Senin, 15 Jun 2026 09:05 WIB

9 Isi Petisi Lembaga Persahabatan Ormas Islam Kritisi Kondisi Demokrasi

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Kamis, 08 Feb 2024 13:50 WIB
Said Aqil Siradj bersama para ulama anggota LPOI saat membacakan petisi ulama untuk demokrasi dan keadilan sosial. (Foto: dok. LPOI)
Said Aqil Siradj bersama para ulama anggota LPOI saat membacakan petisi ulama untuk demokrasi dan keadilan sosial. (Foto: dok. LPOI)

jatimnow.com - Para ulama dari 14 organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyatakan sikap atas kondisi demokrasi Indonesia yang mulai mengkhawatirkan.

Termasuk juga persoalan keberpihakan para penyelenggara negara terhadap salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Baca Juga: Pemuda Pancasila dan Grib Jaya di Lamongan Kompak Tolak Praktik Premanisme

Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siradj mengatakan, dalam memperbaiki kondisi demokrasi Indonesia, semua pihak termasuk penyelenggara negara tidak boleh mengintervensi dalam penyelenggaran Pemilu 2024.

"Serta mengehentikan pemihakan oknum-oknum penyelenggara negara terhadap salah satu paslon agar demokrasi dapat tegak dan pemilu bermartabat," kata Said Aqil Siradj dalam siaran pers, Kamis (8/1/2024).

LPOI juga mengkritisi praktik pemberian amplop dan bantuan yang dianggap dapat menimbulkan efek ketergantungan dan mudah diklaim sepihak oleh seseorang atau kelompok yang berkepentingan.

"Kami mendukung berbagai upaya pemihakan masa depan dan nasib rakyat dan memberikan afirmasi, proteksi dan fasilitasi lapangan kerja lebih luas terjamin dan berkelanjutan," ujarnya. 

Berikut 9 isi petisi ulama untuk demokrasi dan keadilan sosial:

1. Menjunjung demokrasi dan menegakkan konstitusi secara konstitusional. Dan apabila terjadi pelanggaran segera ambil tindakan seadil-adilnya selaras hati nurani rakyat.

Baca Juga: KH Aqil Siradj Beri Kuliah Umum di Unisda Lamongan

2. Mewujudkan pemerataan ekonomi dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. 

3. Memberantas mafia hukum, mafia tanah, dan oraktik oligarki yang merugikan bangsa. Dan mengakhiri kesewenang-wenangan yang merugikan kepentingan rakyat. 

4. Mewujudkan pemilu yang luber jurdil dan damai serta menolak keras segala intervensi penyelenggara negara terhadap penyelenggaraan pemilu 2024. Serta mengehentikan pemihakan oknum-oknum penyelenggara negara terhadap salah satu paslon agar demokrasi dalat tegak dan pemilu bermartabat.

5. Menghentikan berbagai upaya penyalahgunaan kekuasan dan atau pemanfaat sumber daya alam untuk kepentingan pribadi dan oligarki dengan dan dari apapun. 

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

6. Mendukung berbagai upaya pemihakan masa depan dan nasib rakyat dan memberikan afirmasi, proteksi dan fasilitasi lapangan kerja lebih luas terjamin dan berkelanjutan. Bukan hanya melanggengkan praktik pemberian bantuan yang hanya menimbulkan efek ketergantungan dan mudah di klaim sebagi bantuan personal dan kelompok tertentu.

7. Negara harus hadir dalam penegakan demokrasi. Penyelenggara negara tidak boleh anti kritik dan harus lebih tegas memberikan rasa keadilan, kepastian hukum, dan menjamin penyelenggaraan pemilu berjalan aman, damai, dan tanpa adanya kecurangan. 

8. Menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan serta mewujudkan situasi damai, dan menjaga tata kelola negara secara konstitusional. 

9. Mengajak seluruh umat, seluruh warga bangsa untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan menolak praktik money politik sekaligus menyerukan kepada seluruh umat untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT agar negara Indonesia selalu aman, damai, makmur, dan sejahtera. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.