Senin, 15 Jun 2026 12:21 WIB

Pasien Anak Membeludak hingga Tempati Lorong RSUD Syamrabu Bangkalan

Sejumlah pasien menempati lorong ruang rawat anak akibat pasien membeludak, Rabu (7/2/2024). (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Sejumlah pasien menempati lorong ruang rawat anak akibat pasien membeludak, Rabu (7/2/2024). (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ruang rawat anak di RSUD Syamrabu Bangkalan mulai membeludak. Hal ini diakibatkan tingginya pasien anak yang menderita diare. Akibatnya pasien membeludak terpaksa menempati lorong rumah sakit. 

Direktur RSUD Syamrabu dr Farhat Suryaningrat mengakui pasien anak diare yang membeludak. Namun, ia memastikan seluruh pasien tetap mendapat pelayanan yang maksimal. 

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Iya betul, ada kenaikan jumlah pasien anak namun kami seluruh petugas di sini akan melayani semua pasien dengan baik," ujarnya, Rabu (7/2/2024). 

Ia mengaku, saat ini pihaknya sedang mengupayakan penambahan ruang rawat. Namun masih dalam proses lelang. Ia berharap, rencana pembangunan tersebut dapat terlaksana tahun ini. 

"Kami masih akan bangun gedung 5 lantai lagi di belakang. Kisaran ada 100 bed tambahan di gedung baru. Saat ini masih lelang, doakan segera bisa terlaksana," jelasnya. 

Terpisah, dokter spesialis anak RSUD Syamrabu, dr Fitrih Rahmawati Sulthoni membenarkan kondisi tingginya pasien anak di rumah sakit itu.

Ia mengatakan, membeludaknya pasien di ruang rawat anak akibat kasus diare. 

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Saat ini cuaca cukup ekstrem ya, mungkin hal itu juga yang membuat imunitas turun dan anak-anak rentan terkena penyakit," imbuhnya. 

Ia juga mengatakan, total pasien saat ini sebanyak 67 pasien anak. Dari jumlah itu, sebanyak 40 pasien dari kasus diare sisanya dari infeksi saluran nafas dan demam berdarah.

"Namun kalau dihitung dari awal tahun total pasien anak dengan keluhan diare ada 100 pasien. Dari 100 itu, 40 pasien masih kami rawat," jelasnya. 

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Ia mengimbau agar para orang tua menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan rumah. Serta lebih memperhatikan asupan anak agar imunitasnya tetap terjaga. 

Sementara itu, salah satu keluarga pasien, Marwah mengaku memaklumi anaknya belum mendapatkan kamar rawat. Sebab, kondisi pasien banyak. Meski begitu, ia mengaku layanan petugas terhadap pasien cukup baik. 

"Memang banyak sekali pasiennya, kami bisa memaklumi karena pelayanannya juga alhamdulillah cukup maksimal meskipun kami belum dapat kamar," pungkasnya. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.