Minggu, 14 Jun 2026 23:45 WIB

Unair Suarakan Pilpres 2024 Cacat Demokrasi, Kampus Lain Kapan?

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 05 Feb 2024 18:12 WIB
Pembacaan sikap oleh Civitas Akademica Unair di depan gedung Pascasarjana Unair Kampus B (Foto: Haryo Agus/jatimnow.com)
Pembacaan sikap oleh Civitas Akademica Unair di depan gedung Pascasarjana Unair Kampus B (Foto: Haryo Agus/jatimnow.com)

jatimnow.com - Civitas akademica Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyuarakan sikap penyelamatan demokrasi untuk Indonesia. Mereka terdiri dari guru besar, alumni, dan puluhan mahasiswa.

Pernyataan itu mereka sampaikan di depan Gedung Pascasarjana Kampus B.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Sikap Unair kali ini adalah rangkaian dari aksi kampus-kampus lain sebelumnya dari UII, UI, UGM, Unesa, dan ITS. Bahkan, Rabu depan, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) juga dijadwalkan mengikuti.

Guru Besar Unair, Prof Hotman Siahaan menjelaskan, sikapnya kali ini adalah titik kesabaran sejak proses pencalonan presiden berlangsung yang melibatkan ketua MK, meloloskan putra sulung Presiden, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.

"Mulai dari upaya untuk memanfaatkan MK untuk mengubah aturan syarat mendaftar capres maupun cawapres sebagai celah hukum yang memberi jalan kepada Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres," kata Prof Hotman.

Hotman menambahkan, cacatnya demokrasi juga ditunjukkan dengan adanya indikasi memanfaatkan fasilitas negara maupun aparat negara demi kepentingan politik.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

"Sampai ketidaktegasan kepemimpinan pemerintah untuk menunjukkan netralitas dalam ucapan dan tindakan dalam Pilpres 2024, yang memiliki kecenderungan membela paslon tertentu yang memiliki hubungan kekeluargaan," imbuhnya. 

Menurut Hotman, jika Indonesia negara republik, Presiden harus menempatkan kekuasaan di bawah konstitusi yang menganut prinsip rule of law bukan rule by the law. 

"Memilih sistem republik artinya dalam Republik Indonesia tidak diperkenankan seorang presiden maupun segenap penyelenggara negara memanfaatkan akses kekuasaan dan sumber daya negara untuk kepentingan privat, keluarga, maupun kepentingan personal apapun tujuan dan caranya,” kata jelasnya. 

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Untuk itu, pihaknya mendesak agar Presiden tak ikut cawe-cawe dalam mensukseskan Paslon 02 Prabowo-Gibran.

"Karena itu kami menyerukan secara tegas kepada Presiden tidak meninggalkan prinsip republik yang menjadi nilai-nilai etis Pancasila, amanat reformasi berkaitan dengan demokrasi dan bebas KKN untuk tidak memihak kepada salah satu paslon dalam Pilpres 2024, apalagi paslon yang bersangkutan terindikasi bertabrakan dengan prinsip republik, amanah reformasi dan demokrasi,” tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.