Selasa, 16 Jun 2026 23:58 WIB

Pelajar di Jatim Nilai Positif Kebijakan Makan Siang Bergizi

  • Penulis : Gerhana
  • | Jumat, 02 Feb 2024 09:35 WIB
Siswa dan siswi di Jawa Timur saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Indonesia Food Security Review (IFSR) dan Youth Development Forum (YDF) di Kota Malang. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Siswa dan siswi di Jawa Timur saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Indonesia Food Security Review (IFSR) dan Youth Development Forum (YDF) di Kota Malang. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelajar di Jawa Timur menyambut baik kebijakan makan siang bergizi dari salah satu calon presiden (capres). Hal ini juga berdasarkan Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilakukan oleh Indonesia Food Security Review (IFSR) dan Youth Development Forum (YDF) di Kota Malang.

Menurut survei Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada tahun 2023, yakni sejumlah 21 juta warga atau setara 7 persen dari total populasi penduduk Indonesia termasuk dalam kategori kekurangan gizi. Asupan kalori dari masyarakat tersebut per kapita harian dibawah standar Kementerian Kesehatan sebesar 2.100 kkal.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Akibat dari kekurangan gizi berakibat terhadap pertumbuhan fisik dan otak dalam menunjang proses belajar anak-anak dan remaja. Hal tersebut didukung data menurut riset International IQ Test pada tahun 2022, bahwa Indonesia menempati posisi terendah IQ rata-rata di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, kegiatan FGD dihadiri perwakilan dari Forum Osis Malang (FOM) dan Himpunan Musyawarah Osis Jawa Timur (HIMOJT), dan diadakan pada Rabu (31/1/2023).

"FGD dimulai dengan membagi peserta kedalam SGD (Small Group Discussion). Hal ini untuk mengkritisi beberapa program yang dicanangkan pada sektor pendidikan. Konsentrasi utama yang dibahas pada FGD tersebut, yaitu pemenuhan gizi untuk menunjang daya kognitif peserta didik," kata Co-Founder YDF, Moh Ali pada Kamis (1/2/2024).

Dalam FGD tersebut semua kelompok terdiri dari pelajar yang tergabung dalam FOM dan HIMOJT bersepakat dan menyambut baik hadirnya kebijakan pemberian makan siang bergizi dalam memperbaiki daya kognitif.

"Menurut data dengan hadirnya kebijakan makan siang gratis bergizi dapat mengurangi masalah kekurangan gizi dan dapat meningkatkan daya kognitif anak sehingga dapat mencetak generasi emas," katanya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Laporan dari World Food Programme menyatakan bahwa di Indonesia yakni 1 dari 3 anak usia 6-14 tahun tidak mendapat cukup makanan bergizi.

"Kebijakan pemberian makan siang bergizi gratis disekolah setidaknya diharapkan dapat mengatasi 3 (tiga) masalah, yaitu Masalah Gizi dan Kesehatan Anak, dan Masalah Ekonomi dan Kesejahteraan Masa Depan," katanya.

Siswa-siswi Jawa Timur berharap, kebijakan tersebut direalisasikan dan tepat sasaran. Hal ini agar dapat memperbaiki gizi anak-anak dan remaja sehingga dapat menunjang daya proses belajar mengajar.

Baca Juga: Dalang Bowo Edukasi Gizi untuk Anak-anak di Kediri Lewat Wayang Kardus

"Saya sering nonton Drakor, kadang iri melihat pelajar disana mendapatkan makan siang gratis di sekolah, begitupun di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, harapan saya meskipun Indonesia masih negara berkembang dapat menerapkan hal serupa," kata salah satu pelajar dari Forum Osis Malang, Dika.

Perlu diketahui, IFSR merupakan lembaga penelitian ketahanan pangan yang menyediakan kajian dan analisis guna mendukung pengambil keputusan di sektor pertanian.

IFSR berkolaborasi dengan YDF sebagai komunitas pemuda yang bergerak mengawal kebijakan pemerintah berkaitan dengan sumber daya pemuda.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.