Sabtu, 20 Jun 2026 19:55 WIB

Bawaslu Kaji Kampanye Terselubung Gus Miftah pada Harlah Muslimat NU di Lamongan

Gus Miftah saat menghadiri acara Harlah Musliman NU ke-78 di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Gus Miftah saat menghadiri acara Harlah Musliman NU ke-78 di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan mencium adanya dugaan pelanggaran pemilu di Harlah Muslimat NU yang digelar PC Muslimat Lamongan, Jumat (26/1/2024).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data, Bawaslu Lamongan, M. Farid Achiyani mengungkapkan, bila saat ini pihaknya tengah mengkaji dugaan kampanye tersebut.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Disampaikannya, bila nanti terbukti melakukan kampanye dalam kegiatan tersebut, maka bisa dijatuhi sanksi kepada penanggung jawab kegiatan.

"Kami meminta klarifikasi dulu, apa betul Gus Miftah itu mengatakan demikian yang coblos Prabowo itu. Kalau menyarankan begitu, kapasitasnya sebagai apa, dalam konteks apa, kalau memang ada unsur, baru kita panggil penanggung jawab acara," katanya, Senin (29/1/2024).

Farid menyampaikan, saat ini pihaknya tengah berupaya menelusuri jejak digital berupa tayangan Youtube kegiatan tersebut.

"Saat ini kajian awal, kita coba telusuri tayangan ulangnya di Youtube," bebernya.

Farid menerangkan, bila dugaan itu muncul dari sejumlah aduan yang menyebut bila Gus Miftah melakukan kampanye saat kegiatan Harlah.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kalau memang kapasitasnya sebagai kiai atau penceramah kan nggak masuk tim kampanye dan itu juga kan bukan acara kampanye," terangnya.

Terkait syair yang diubah dengan kalimat dukungan Prabowo-Gibran oleh Gus Miftah, Farid menegaskan, jika tidak ada unsur ajakan maka tidak jadi masalah.

"Unsur pelanggaran kampanye ya ketika ada ajakan. Kalau menyatakan diri kiainya Prabowo ya nggak apa apa. Kalau syair yang diganti itu kita amati lebih detail apa ada ajakan atau sekedar memberi penyataan," urainya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Kalau bupati dan pejabat lainnya yang datang, pungkas Farid, dinyatakan tidak terindikasi pelanggaran karena pasif hanya duduk dan mengikuti acara.

"Mereka kan hanya mendatangi undangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Gus Miftah hadir dalam Harlah Muslimat NU ke-78. Dalam kegiatan tersebut Gus Miftah terkesan melakukan kampanye dan membangun narasi dukungan terhadap Capres-Cawapres nomor 2 Prabowo-Gibran.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.