Senin, 15 Jun 2026 23:13 WIB

Kode Keras Gus Miftah di Pengajian Harlah Muslimat Lamongan

Gus Miftah saat menyapa ribuan kader Muslimat NU di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Gus Miftah saat menyapa ribuan kader Muslimat NU di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Miftah Maulana Habiburrahman atau yang kondang disebut Gus Miftah menjadi tamu dalam Harlah Muslimat NU ke-78 di Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah yang saat ini juga sedang getol menyuarakan dukungan pada salah satu paslon capres-cawapres, sesekali memberi kode kepada kader Muslimat yang datang.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dalam ceramahnya, pemangku Ponpes Ora Aji Seleman, Yogjakarta itu mengemukakan agar warga NU tak tenggelam pada metode dakwah Islam masa kini yang dimotori kaum Wahabi.

Dijelaskanya bahwa, dakwah yang dimaksud adalah seruan untuk membumikan akidah ahlussunnah wal jama'ah (Aswaja) tapi tidak dengan masuk Nahdlatul Ulama (NU.

"Tidak penting NU-NUan yang penting ahlussunnah, ini dapat dipastikan merupkan propaganda dari kaum Wahabi," ujar Gus Miftah, saat bertausiyah di hadapan kader Muslimat NU Lamongan, Jumat (26/1/2024).

Gus Miftah menjelaskan bahwa NU hadir dengan dua misi yang pertama adalah misi keagamaan dan misi kebangsaan.

"NU hadir dengan dua misi, kalau dua gimana tanganya. Yang pertama, saya nggak mau nyebut no. 1, tapi pertama misi kegamaan dan yang nomor 2 misi kebangsaan," katanya yang sepontan diikuti kader Muslimat dengan mengangkat simbol 2 jari.

Dalam tausiahnya Gus Miftah banyak menerangkan tentang peran Muslimat sebagai garda terdepan membangun ketahanan keluarga untuk menguatkan ketahanan nasional.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Di akhir tausiyahnya, Gus Miftah juga mengajak kader melantunkan syair yang sebagian liriknya tambah dengan kalimat Prabowo-Gibran menang satu putaran.

Syair yang dilantunkan bersama seluruh kader itu juga dibarengi dengan gestur mengangkat tangan dan menunjukan 2 jari.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut enggan berkomentar banyak terkait narasi dukungan yang dibangun Gus Miftah.

Mantan Mensos itu fokus menjawab agenda kedatanganya sebagai Gubernur yang diundang oleh PC Muslimat NU Lamongan dalam kegiatan Harlah Muslimat ke-78 di Lamongan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Tema tahun ini adalah membangun ketahanan keluarga dan ketahanan nasional, ini juga dalam rangka menguatkan peran Muslimat untuk menekan angka stunting di Indonesia," bebernya.

Wanita yang juga masuk ke dalam jajaran TKN Prabowo-Gibran itu menghindar saat ditanya soal dukungan dan korelasi kedatanganya ke Lamongan.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.