Rabu, 17 Jun 2026 02:09 WIB

8.000 KPPS di Tulungagung Belum Tercover BPJS Kesehatan, Ini Langkah Pemkab

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno bersama Komisoner KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno bersama Komisoner KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - 8.000 penyelenggara Pemilu 2024 di Kabuapaten Tulungagung belum tercover BPJS Kesehatan. Mayoritas mereka merupakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

KPU Tulungagung telah menyampaikan kondisi ini ke Pemkab. Mereka berharap ada bantuan atau solusi terkait kondisi ini.

Baca Juga: 3 Koper Diamankan KPK Dari Penggeledahan Kantor Pemkab Tulungagung

Ketua KPU Tulungagung, Susanah, menerangkan total KPPS di Tulungagung mencapai 23.100 petugas yang akan bertugas di 3.302 TPS. Dari jumlah tersebut sekitar 8.000 petugas belum tercover BPJS Kesehatan.

“Iya ada sekitar 8.000 petugas yang belum tercover BPJS Kesehatan,” ujarnya, Selasa (23/01/2023).

Menanggapi kondisi ini, Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPJS Tulungagung, dan informasinya juga sudah dilaporkan kepada BPJS Pusat.

Baca Juga: Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung Usai Gatut Sunu Ditangkap KPK

Pasalnya, dalam aturan BPJS, peserta jaminan kesehatan itu harus mencangkup satu keluarga dan hal itu tentu akan memberatkan pemkab.

"Jika dinominalkan kebutuhan untuk mencover mereka itu mencapai Rp300 Juta. Maka kami koordinasi dengan BPJS apakah bisa dilakukan jaminan kesehatan selama satu bulan atau tidak. Dan dari segi anggaran juga terlalu berat,” paparnya.

Baca Juga: 127 Jabatan Kepsek di Tulungagung Kosong, Bupati Pastikan Pengisian Tanpa Calo

Untuk sementara selama pelaksanaan Pemilu tim kesehatan dari Puskesmas akan disiagakan. Mereka disiapkan membantu menangani permasalahan kesehatan para penyelenggara Pemilu. Pasalnya, Pemkab ingin menggelontorkan anggaran untuk BPJS Kesehatan, mereka juga kebingungan karena time site penggaran sudah selesai.

"Solusinya, kami siapkan tenaga kesehatan dari Puskesmas. Jika memang nantinya tidak dapat mengcover kekurangan BPSJ Kesehatan untuk petugas penyelenggara,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.