Stadion Surajaya Lamongan Dianggarkan Rp300 M, Ground Breaking Mulai Bulan Depan
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Selasa, 23 Jan 2024 13:28 WIB
jatimnow.com - Dianggarkan Rp300 miliar, Stadion Surajaya Lamongan direncanakan akan selesai dalam waktu 11 bulan. Durasi waktu ini dihitung sejak ground breaking atau peletakan batu pertama yang akan digelar pada awal Februari mendatang.
Kabar itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi saat meninjau perkembangan pembongkaran Stadiun Surajaya, Selasa (23/1/2024) pagi.
Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila
"Pelaksanaan pembangunan direncanakan bulan depan, nanti akan ada ground breaking atau peletakan batu pertama oleh pihak terkait," ungkap Erwin.
Erwin menyampaikan, pihak pelaksana PT Wika Gedung dan PPK PUPR sudah menghadap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dua minggu lalu untuk menyampaikan rencana kegiatan pelaksanaan proyek pembangunan Stadion Surajaya.
"Jadi pelaksana proyek sudah bertemu dan disampaikan semua terkait rencana pelaksanaannya," kata Erwin.
Baca Juga: Festival Kupatan 2026 di Lamongan, Upaya Pelestarian Tradisi Warga Pantura
Sebelum dilaksanakan peletakan batu pertama, Erwin menegaskan, pihak pelaksana meminta agar seluruh area Stadion Surajaya bersih dari sisa kontruksi bekas pembongkaran.
"Sepekan lagi, rencana itu dimulai pada awal Februari dilakukan ground breaking, tapi pihak PT Wika meminta agar seluruh bekas pembongkaran dibersihkan," kata Erwin.
Stadion baru yang menelan anggaran Rp300 miliar itu bakal selesai dibangun selama kurun waktu 11 bulan. Semua dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Baca Juga: Wagub Emil Dardak Tinjau Banjir Lamongan, Sejumlah Faktor Ditemukan
Desain Stadion Surajaya standar FIFA dibangun hanya satu lantai, kapasitas 12 ribu penonton menggunakan kursi tunggal.
Sebelumnya, selama hampir empat pekan telah dilakukan pembongkaran oleh pemenang lelang asal Jakarta. Kini tinggal pembersihan dan pembongkaran di sisa bangunan paling dasar, yakni pondasi.
Editor : Endang Pergiwati