Senin, 15 Jun 2026 17:21 WIB

Pasar Ikan Hias di Sidoarjo Tak Seramai Masa Pandemi

Kios ikan hias milik Fandi. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Kios ikan hias milik Fandi. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasar Ikan Hias Sidoarjo penjualannya tak lagi seramai masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Hal ini dirasakan salah satu pedagang ikan hias di lokasi tersebut, Fandi Ahmad (28).

"Penjualan sekarang gak seramai zaman Covid-19, sekarang menurun. Apalagi penjual online juga banyak, harga juga lebih murah dibanding beli langsung ke pasar," ucapnya kepada jatimnow.com, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga: Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Pakar Ungkap Pola Penularan dan Bahayanya

Beberapa ikan harganya mengalami penurunan harga secara signifikan. Di masa Pandemi, ikan Glow Fish bisa laku sampai puluhan ekor sekali transaksi. Namun saat ini lebih banyak yang beli beberapa ekor saja.

"Dulu zaman Covid, ikan Glow fish awal-awal Rp100 ribu orang sampai beli puluhan. Sekarang harga Rp2,5 (2500) eceran kalau banyak seharga Rp2 (2000)," imbuhnya.

Ikan yang dijual Fandi saat ini adalah Koi, Glow Fish, Oscar, Aligator, dan Arwana. Ia tetap berjualan meski pembeli tak seramai dulu.

"Dalam sehari pengunjung Alhamdulillah sekarang masih ada aja meski gak seramai dulu. Daya belinya turun, alhamdulillah masih bertahan, itu gak mudah," terangnya.

Baca Juga: 5 Cara Baru Nikmati Liburan: Berpetualang Antimainstream

Kios ikan hias miliki Fandi buka pukul 07.30 sampai 21.00 WIB. Pembeli yang datang dari berbagai usia.

"Paling ramai weekend. Masih bisa jual per-minggu sampai 500 ekor di hari biasa dan paling banyak 1000 ekor di weekend," tambahnya.

Fandi berharap daya beli ikan hias ke depannya segera pulih dan membaik.

Baca Juga: Pria Ponorogo Bisnis Koi Raup Omzet Rp5 Juta Sehari, Belajar ke Jepang

"Pastinya ingin lebih banyak pembeli lagi agar segala kebutuhan dapat tercukupi dan dapat menabung untuk bekal hidup kedepannya," tutupnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.