Rabu, 17 Jun 2026 08:21 WIB

Rekomendasi Warkop Bernuansa Jadul Favorit Milenial Gresik, Titiek Djaya

Warkop Titiek Djaya di Jl. Hos Cokroaminoto Bedilan Gresik berada di Kawasan Bandar Grissee (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Warkop Titiek Djaya di Jl. Hos Cokroaminoto Bedilan Gresik berada di Kawasan Bandar Grissee (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warung Kopi (Warkop) Titiek Djaya yang berlokasi di Jl. Hos Cokroaminoto No.1 Bedilan Gresik, sedang viral. Setiap hari warkop yang berada di area Bandar Grisses itu banyak didatangi pelanggan yang mayoritas adalah kaum milenial.

Dari pengamatan jatimnow.com, secara bentuk bangunan, warkop Titiek Djaya merupakan bangunan heritage berarsitektur era kolonial yang memang banyak terdapat di kawasan Bandar Grissee. Ukuran ruangan warkop pun terbilang sempit, yakni hanya sekitar 2 x 5 meter.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Namun yang mengherankan warkop Titiek Djaya ini bisa menjadi viral hingga para pelanggannya rela duduk berjajar panjang di pinggir jalan di depan toko-toko yang sudah tutup.

Rico Andreas, pemilik warkop Titiek Djaya bercerita bahwa warkopnya tersebut mulai dibuka pada Oktober 2023. Remaja asli Gresik itu mengungkapkan bahwa sudah sejak lama dirinya ingin bisa memiliki warkop yang bernuansa heritage.

Rico Andreas, pemilik Warkop Titiek DjayaRico Andreas, pemilik Warkop Titiek Djaya

"Saya sudah berkeliling di kawasan Bandar Grisse untuk mencari tempat yang sesuai dengan konsep yang saya inginkan. Akhirnya dapat di seberang Gardu Suling. Begitu cocok saya menyewanya dua tahun," kata Rico, Rabu (10/1/2024) malam.

Alumnus Manajemen Bisnis, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) itu kemudian memberikan nama dengan ejaan lama, Titiek Djaya. Hal ini maksudkan untuk menambah kesan jadul. Meski warkopnya berkonsep jadul namun segmen pasar yang dibidik Rico adalah kaum milenial.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

"Sebelum membuka warkop ini saya lebih dulu melakukan riset. Jika umumnya warkop memiliki segmen pasar laki-laki dewasa atau bapak-bapak, tapi saya ingin Titiek Djaya memiliki segmen anak muda baik laki-laki maupun perempuan," ujarnya.

Sulung dari dua bersaudara ini melanjutkan dari hasil risetnya itu ia menemukan bahwa warkopnya harus memiliki menu spesifik kekinian yang disukai segmen pasarnya, yakni kaum milenial.

Es coklat roti, menu andalan Warkop Titiek DjayaEs coklat roti, menu andalan Warkop Titiek Djaya

"Kami meluncurkan es coklat roti. Menu ini simpel, yakni es coklat yang di atasnya kami beri roti tawar. Ternyata menu ini booming, sejak kami buka menu ini menjadi menu favorit yang banyak dipesan pelanggan. Selain iru ada juga es kopi Tijay yang banyak diminati pelanggan cewek," ungkap Rico.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Rico juga menyebut tempat duduk dari kursi plastik pendek dengan meja krat botol juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggannya. Jika awalnya Rico hanya membeli 25 kursi kini bertambah menjadi 130 kursi.

"Tempat saya kan terbatas sehingga para pelanggan terpaksa mengambil tempat duduk di depan toko-toko tetangga yang sudah tutup. Dan kursi plastik pendek dengan meja krat botol ini bersifat portable tapi tetap nyaman," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.