Selasa, 16 Jun 2026 00:36 WIB

Pertahankan Budaya, Pemkab Ponorogo Gelar Lomba Nembang Macapat

  • Penulis :
  • | Rabu, 05 Sep 2018 21:16 WIB
Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno saat membuka lomba nembang macapat.
Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno saat membuka lomba nembang macapat.

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus berupaya mempertahankan kebudayaan. Salah satunya dengan menggelar lomba nembang macapat yang dibarengkan dengan agenda Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo.

Lomba yang akan digelar mulai hari ini hingga besok itu bertempat di Aula Ponorogo City Center (PCC). Puluhan siswa dari jenjang pendidikan SD/sederajat hingga SMA/sederajat ikut serta dalam lomba ini.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya ucapkan terimakasih bagi mereka yang ikut lomba nembang macapat ini. Termasuk orang tua yang sudah mengijinkan anak-anaknya dan juga guru yang melatih," kata Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, macapat memang perlu dilestarikan, karena perkembangan budaya macapat yang kian hari kian merosot.

"Ya kalau saya menilainya memang merosot daripada budaya yang lain. Untuk itu, Pemkab Ponorogo menggelar lomba macapat," tambah orang nomor 2 di Ponorogo ini.

Ia mengaku, jika membiarkan macapat punah begitu saja akan sia-sia, sehingga harus ada regenerasi, mulai dari SD hingga SMA.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pada kesempatan itu, Soedjarno mengaku hadiah dalam lomba macapat kali ini ditambah. Harapannya, para peserta itu bisa semakin semangat dalam berkompetisi.

"Hadiahnya kami besarkan, supaya tambah semangat. Bagi peserta, bagi guru, termasuk bapak dan ibu agar mengijinkan anaknya," ujarnya.

Ia menambahkan, macapat itu harus dilestarikan, makanya Pemkab Ponorogo memasukkan macapat itu sebagai salah satu kurikulum lokal.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Agar sesuai dengan visi kami menuju Ponorogo yang berbudaya dan religious. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya macapat ini," pungkasnya. (ADV/Arif Ardianto)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.