Rabu, 17 Jun 2026 08:52 WIB

Baru 1,44 Persen Warga di Ponorogo Lakukan Aktivasi IKD

Dengan IKD, warga tidak perlu lagi membawa identitas lain, seperti kartu keluarga. (Foto: Ahmad fauzani/jatimnow.com)
Dengan IKD, warga tidak perlu lagi membawa identitas lain, seperti kartu keluarga. (Foto: Ahmad fauzani/jatimnow.com)

jatimnow - Baru 1,44 persen warga Kabupaten Ponorogo melakukan aktivitas Identitas Kependudukan Digital (IKD). 1,44 persen itu setara dengan 11.265 jiwa.

“Data 1,44 persen itu sampai akhir tahun 2023,” ujar Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo, Heru Purwanto, Senin (8/1/2024).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Heru mengatakan bahwa belasan ribu warga yang melakukan aktivitasi masih dari abdi negara. Mereka adalah unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

“Selain ASN, juga warga kampus mahasiswa yang sudah kami datangi. Jadi mereka ASN dan mahasiswa maupun dosen di kampus-kampus Ponorogo,” katanya.

Heru mengaku, manfaat aktivitasi sangat banyak. Keunggulan IKD adalah warga tidak perlu membawa fisik KTP.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Juga tidak perlu membawa identitas lain, seperti kartu keluarga ygang terlalu besar. Kalau IKD cukup membawa handphone yang biasa dibawa kemana-mana,” tegasnya.

Harapan Heru, instansi terkait juga menerapkan hal yang sama. Tidak usah lagi meminta foto copy KTP karena sudah ada aktivitasi IKD.

“Berharap setiap akses layanan bisa pakai IKD. Jadi warga tidak perlu membawa-bawa fisik KTP maupun yang lain,” urainya.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Heru mengklaim bahwa Dispendukcapil berusaha menambah warga yang melakukan aktivitasi IKD dengan cara sosialisasi terhadap warga yang mengurus kependudukan.

“Petugas layanan kami berikan semacam target agar bisa dapatkan sasaran IKD. Paling tidak, ada bertambah yang aktivitas IKD,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.