Kamis, 18 Jun 2026 10:38 WIB

Gerakan Stop Bullying, SD di Lamongan Punya Yel-Yel Unik Bangun Kesadaran Anak

Gerakan stop bullying oleh SDIT Cendikia Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Gerakan stop bullying oleh SDIT Cendikia Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - SD Islam Terpadu (SDIT) Cendikia Lamongan mendeklarasikan diri sebagai lembaga pendidikan berbudi luhur bebas dari bullying.

Deklarasi itu dibuat menyusul maraknya kasus perundungan dan bullying serta kekerasan di kalangan pelajar.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dengan penandatanganan pakta integritas, SDIT Cendikia turut melibatkan Polres Lamongan dan Dinas Pendidikan Lamongan untuk melakukan gerakan sadar bahaya bullying.

"Kita menginginkan pendidikan yang bersih dari bullying, baik yang dilakukan sesama murid maupun dari guru ke murid ataupun orang tua ke anaknya. Harapannya, bisa mencetak generasi berakhlak dan berbudi luhur," kata Wakabag Kurikulum SDIT Cendikia, Nasrur Rohim, M. Pd., Kamis (4/1/2024).

Selain deklarasi ini, sekolah yang beralamat di Jalan Veteran Kelurahan Telogoanyar, Kecamatan/Kabupaten Lamongan tersehut juga terlebih dulu menanamkan sikap pekerti dalam kurikulumnya.

Baca Juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

"Selama ini kami menanamkan karakter yang dibiasakan seperti ramah, senyum ketika berjumpa. Selain itu, cara yang dilakukan tenaga pengajar untuk melakukan teguran apabila siswa berbuat salah dilakukan dengan pendekatan edukatif dan bahasa positif," bebernya.

Sesuai dengan visi, SDIT Cendikia berkeinginan untuk menjadi sekolah berkarakter serta menjadi pelopor dengan memulai budaya baru sekolah ramah tanpa bullying.

"Harapannya, kami mengawali gerakan ini agar bisa menjadi contoh baik dan bersama-sama membangun Lamongan lebih baik lagi," urainya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Tidak berhenti disitu, SDIT Cendikia juga mengedukasi pelajar tentang jenis dan perilaku bullying dengan cara yang menyenangkan salah satunya yel-yel anti bullying.

"Dengan begitu, anak-anak secara psikologis mengerti tindakan dan perilaku apa saja yang bersifat bullying," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.