Selasa, 16 Jun 2026 23:19 WIB

Penjual Terompet di Jember Keluhkan Sepi Pembeli, Konsumen Beralih Main Hp?

Siman, penjual terompet di Jember. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Siman, penjual terompet di Jember. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Perayaan tahun baru identik dengan kemeriahan pesta, dengan segala pernak-perniknya, seperti terompet. Para penjual terompet pun bisa memanen hasil yang cukup lumayan di setiap momen pergantian tahun.

Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada momen pergantian tahun ini, penjualan terompet menurun drastis. Para pedagang terompet di Kabupaten Jember mengeluhkan sepinya pembeli.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Di tahun ini jauh menurun. Penurunan sampai 50 persen dibanding tahun kemarin," ucap Siman (30), warga Kecamatan Balung Kabupaten Jember, penjual terompet di Alun-alun Balung kepada jatimnow.com, Minggu (31/12/2023).

Siman mengaku berjualan terompet di setiap akhir tahun.

"Tahun kemarin jual terompet plastik sama seperti ini. Sekarang sepi karena sekarang ini kalah sama handphone, anak-anak kecil lebih pilih main hp daripada main terompet. Orang-orang kalaupun beli, juga banyak beli online yang lebih murah harganya," imbuhnya.

Sejak 2017, Siman berjualan terompet, namun tahun 2023 ini menjadi tahun terparah, penjualannya mengalami penurunan secara drastis.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Jual terompet mulai 2017. Sekarang ini untung nipis untuk muter modal. Tapi sebisa mungkin saya anggap biasa, penting kejual, kalau habis tahun baru setelah malam ini, yang gak laku langsung dijual dengan harga lebih murah diturunkan gak sama kayak sekarang," ujarnya.

Dalam sebulan terakhir, barang dagangannya hanya terjual 6 lusin, padahal tahun lalu sampai 10 lusin lebih.

"Hari ini, laku 50 terompet, tahun lalu bahkan 100 lebih jelang ganti tahun sudah bersih," jelasnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Terompet yang dijual Siman seharga Rp10 ribu untuk terompet ukuran kecil, dan Rp15 ribu untuk terompet ukuran besar.

Meski menurun drastis, Siman mengaku masih berharap di momen akhir tahun berikutnya, dagangan terompetnya bisa kembali ramai.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.