Minggu, 21 Jun 2026 10:27 WIB

Warga Pemekasan Ngebor Sumur Keluar Air Bercampur Gas, Awas Bahaya Jangan Mendekat!

Semburan air bercampur gas di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. (Foto: tangkapan layar)
Semburan air bercampur gas di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. (Foto: tangkapan layar)

jatimnow.com - Sebuah sumur bor milik warga Desa Kadur, Dusun Kadur Barat, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan menyemburkan air yang bercampur gas. Semburan tersebut disertai tekanan tinggi hingga 15 meter dari permukaan tanah.

Pemilik lahan, Junaidi mengatakan pengeboran dilakukan karena di tempat itu terjadi kekeringan parah. Sehingga, ia berinisiatif mengebor agar bisa mendapatkan sumber air untuk keluarga dan warga sekitar.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

"Karena memang kemarau saya berencana ngebor mencari sumber air," ujarnya, Minggu (31/12/2024).

Ia juga mengatakan, pengeboran dilakukan selama 15 hari dengan kedalaman 141 meter itu semula tak terjadi keanehan. Hanya saja di hari ke-12, saat pengeboran dilakukan suhu tanah dan pasir cukup dingin.

"Lalu saya coba pasang mesin di hari ke-15 untuk menyedot air. Namun tak lama dipasang mesin mati," imbuhnya.

Setelah mati selama beberapa menit, mesin tersebut pun meluncur keluar sumur disertai air yang memiliki tekanan cukup tinggi.

Baca Juga: Teman Baik Bangun Sumur Bor dan Pulihkan Trauma Warga Aceh Tamiang

"Airnya licin tapi rasanya tidak asin," ucapnya.

Akibat temuan itu ia melaporkan ke instansi terkait agar diteliti lebih lanjut. Sebab ia khawatir kemunculan air dan gas itu akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Staf Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jatim Gabriel Listyawan menilai, dari hasil analisa sementara, jumlah gas yang terkandung di dalam air itu cukup banyak.

Baca Juga: Ratusan Santri Pamekasan Semringah Terima Mushaf Al-Qur'an Baru

"Kami mengimbau agar masyarakat tak mendekati sumur itu karena kandungan gasnya cukup banyak. Kami sarankan agar menghentikan aktivitas pengeboran selama beberapa minggu hingga kandungan airnya normal," jelasnya.

Meski begitu, ia menyebut jika air yang keluar dari sumur itu masih cukup aman digunakan untuk mandi dan mencuci.

"Tapi tidak untuk dikonsumsi sementara waktu," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.