Selasa, 16 Jun 2026 02:04 WIB

Mortir Meledak di Bangkalan, Sisa Pertempuran Jembatan Merah Surabaya

Para tersangka ledakan mortir di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Para tersangka ledakan mortir di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mortir sebanyak 4 buah dari dalam laut yang diangkut oleh 4 penyelam mengakibatkan ledakan dahsyat di Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal, Bangkalan. Akibatnya satu orang tewas dalam peristiwa iktu

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo mengatakan, asal mula mortir diduga merupakan senjata sisa perang kemerdekaan di Surabaya. Tepatnya perang yang terjadi di pertempuran Jembatan Merah.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Dugaan kami itu senjata sisa perang kemerdekaan di Surabaya atau Jembatan Merah," ujar AKP Heru, Minggu (31/12).

Benda yang diduga peluru mortir sebanyak 4 buah itu ditemukan oleh 4 penyelam yakni MJ (51), MR (41), SG (43) dan AU (28) yang kini jadi tersangka. Keempat penyelam ini sehari-hari mencari besi di dalam laut.

Diketahui, mortir ditemukan pertama kali pada Minggu, 24 Desember 2023 lalu di kedalaman 15 meter. Di hari itu, para penyelam awalnya hanya menemukan mortir satu buah. Mortir tersebut berhasil ditemukan dengan alat pendeteksi berupa magnet yang digunakan para penyelam.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Mortir seberat 100 kilogram itu sulit diangkat ke permukaan sehingga tersangka MJ dan MR harus turun ke dasar laut untuk mengikat mortir menggunakan tali.

"Lalu tersangka SG dan AU yang menarik mortir itu dengan tali ke atas perahu kayu," kata AKP Heru.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Setelah berhasil mendapatkan mortir di hari minggu, para penyelam kembali mencari benda serupa dan berhasil menemukan 3 buah mortir di hari Rabu (27/12/2023).

Para penyelam berhasil mengumpulkan 4 mortir itu lalu menjualnya ke MI (44) seharga Rp500 ribu per buah. Selanjutnya barang itu dijual kembali oleh MI ke MH (43) pemilik besi tua yang rumahnya kini ambruk akibat ledakan mortir itu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.