Jumat, 12 Jun 2026 22:47 WIB

Sopir dan Kernet Penganiaya Polisi Menangis saat Ditangkap

  • Penulis :
  • | Rabu, 05 Sep 2018 09:12 WIB
Kedua tersangka Sugeng dan Agung
Kedua tersangka Sugeng dan Agung

jatimnow.com - Sugeng Supriyadi (38) dan Agung Setiawan (25) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, menangis setelah menganiaya seorang polisi.

Sebab, keduanya melakukan penganiayaan terhadap Haryoko, warga Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, yang juga merupakan anggota Polsek Karangrejo.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Aksi penganiayaan ini berawal saat mobil L 300 bermuatan ikan laut yang dikemudikan Sugeng Supriyadi menyerempet korban yang sedang bersepeda.

Korban yang merasa tidak bersalah kemudian berteriak memprotes sopir yang dinilai ugal ugalan. “Karena hampir jatuh, korban memprotes sopir mobil tersebut kenapa terlalu ke kiri,” ujar Kanit Humas Polsek Karangrejo, Aiptu Haryanto.

Mendengar ucapan korban Sugeng Supriyadi langsung turun dari mobilnya dan terjadilah cekcok mulut kemudian Sugeng Supriyadi mencekik leher korban.

“Saat itu korban sempat mengaku kalau dia adalah polisi, tetapi Sugeng Supriyadi malah berkata tidak takut kepada polisi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Sugeng Supriyadi juga sempat mendorong korban dan memukul korban dengan tangan kosong. Tetapi saat itu korban tidak melakukan perlawanan karena merasa tidak ada yang luka serius. “Setelah kejadian itu korban kembali meneruskan perjalanannya ke arah utara dengan mengayuh sepeda pancalnya,” lanjutnya.

Tak selesai di situ, setelah korban melanjutkan perjalanan Agung Setiawan yang bertindak sebagai kernet melempar jeruk ke arah korban, namun tidak mengenainya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Kemudian pelaku kembali berhenti dan Agung Setiawan turun dari mobil dengan membawa besi sepanjang 16 cm dan dipukulkan ke kepala korban bagian belakang. “Setelah memukul, sopir dan kernet tersebut melaju ke arah utara,” terangnya.

Akibatnya, korban mengalami luka gores sepanjang 1,5 cm di bagian kepala, benjolan di belakang kepala sepanjang 3 cm dan luka pada leher karena sempat dicekik.

“Saat ini kedua tersangka dan barang bukti berupa sebuah besi dengan panjang 16 sentimeter (cm) dan berdiameter 2 cm telah kami amankan,” tuturnya.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku nekat menganiaya korban hanya karena emosi sesaat. Menurutnya, pascakejadian kedua tersangka sangat menyesali perbuatannya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Tersangka juga tidak menyangka jika yang dianiayanya adalah polisi asli. “Meski kedua tersangka sempat meneteskan air mata (menangis) dan meminta maaf, namun proses hukum terus berlanjut,” pungkasnya.

Reporter: Wanda R Putri
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.