Sabtu, 20 Jun 2026 06:40 WIB

ASN di Ponorogo Ditemukan Tewas, 3 Hari Tak Keluar Rumah

Rumah korban di Perumahan Pasadena, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Rumah korban di Perumahan Pasadena, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tak keluar rumah selama 3 hari, seorang  wanita aparatur negeri sipil (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo ditemukan meninggal dunia di rumahnya. 

Korban DWH (45) ditemukan tewas membusuk di rumahnya yang beralamat perumahan Pasadena, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jumat (22/12/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Saat polisi melakukan olah TKP, terlihat DWH dalam keadaan terlentang. DWH menggunakan baju berwarna merah.

Wakil RT, Wahyudi mengaku perkiraan dirinya DWH meninggal 2 sampai 3 hari. Informasi anak istri DWH, bahwa DWH meninggal Rabu malam.

“Saaat ditemukan jenazah sudah di kursi dalam kondisi terlentang di atas kursi,” ungkap Wahyudin kepada wartawan di lokasi.

Pertama kali dia menemukan aroma sudah menyengat. Kondisi jenazah DWH sudah membengkak. 

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

“Pas lewat sini aromanya sudah menyengat. Saya kira tikus gitu, warga juga begitu awalnya. Ndak kepikiran ada yang meninggal dan membusuk, dikira tikus," kata Wahyudin.

Karena bau menyengat itu, dia kemudian mencoba memberanikan diri untuk mencoba masuk. Lalu dia meminta anak DWH untuk membukakan pintu.

“Saya masuk saya suruh buka anaknya. Ternyata DWH sudah meninggal dunia,” tegasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Perlu diketahui, DWH adalah penyuluh pertanian ASN Pemkab Ponorogo. Sedangkan sang suami juga diketahui ASN Pemkab Ponorogo.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyidikan. Rumah DWH dipasangi police line dan tidak boleh ada warga masuk.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.