Kamis, 18 Jun 2026 02:46 WIB

Gaji Guru Honorer Diduga Dipotong, Pj Bupati Bangkalan Tugaskan Plh Kepala SD Tambegan

Malihah, salah satu guru honorer. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Malihah, salah satu guru honorer. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus pemotongan gaji guru honorer SDN Tambegan, Kecamatan Arosbaya berlanjut ke meja Pj Bupati Bangkalan. Sebab, sebanyak 8 guru tersebut melaporkan langsung kasus itu ke Pj Bupati.

Menanggapi hal itu, Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie menyayangkan adanya tindakan pemotongan gaji tersebut. Apalagi, gaji guru honorer masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bangkalan.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Ia juga mengatakan, dari hasil diskusi bersama 8 guru serta beberapa pihak terkait, pemotongan gaji itu diduga dilakukan kepala sekolah karena terdapat beberapa guru honorer yang tidak masuk data Dapodik. Akibatnya honorarium pendidik yang tidak masuk data Dapodik tidak dianggarkan.

"Namun apapun alasannya, praktik seperti itu tidak boleh dan melanggar aturan," jelasnya, Kamis (21/12/2023).

Ia mengaku, akibat hal tersebut kini SDN Tambegan dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) kepala sekolah. Meski begitu, untuk kebutuhan administrasi tetap menggunakan tanda tangan kepala sekolah yang lama.

"Untuk operasional dilakukan oleh pelaksana sedangkan untuk kebutuhan tanda tangan secara administrasi masih kepala sekolah yang sebelumnya," imbuhnya.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Arief mengaku tak bisa serta merta memindah kepala sekolah tersebut. Sebab, terganjal aturan minimum menjabat 3 tahun di sekolah itu.

"Apalagi saat ini yang bersangkutan juga dalam pemeriksaan pihak kejaksaan dan juga inspektorat," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu guru yakni Malihah mengaku bersyukur mendapat respons dari Pj Bupati Bangkalan. Sebab, pemotongan gaji telah terjadi sejak 2 tahun terakhir di sekolahnya.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

"Alhamdulillah solusi sementara Pak Bupati menugaskan Pak Korwil untuk menghandle sekolah kami, namun untuk lebih lanjutnya kami belum mengetahui," imbuhnya.

Sebelumnya, guru honorer di SDN Tambegan melaporkan kepala sekolah ke dinas pendidikan dan kejaksaan setempat karena adanya pemotongan gaji dari Rp1,2 juta menjadi Rp450 ribu. Bahkan para guru sepakat menandatangani petisi agar kepala sekolah dimutasi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.