Rabu, 17 Jun 2026 07:24 WIB

Jelang Nataru, Pemkab Trenggalek Gelar Gerakan Pangan Murah

Warga mengantre untuk membeli sembako di Gerakan Pangan Murah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow,com)
Warga mengantre untuk membeli sembako di Gerakan Pangan Murah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow,com)

jatimnow.com - Jelang Natal dan tahun baru, Pemkab Trenggalek menggelar Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Trenggalek. Masyarakat dapat membeli beras dan minyak dengan harga 50 persen jauh lebih murah dari harga pasaran.

Pasar murah ini merupakan salah satu upaya menekan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok makanan yang biasa terjadi menjelang akhir tahun.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Pasar murah ini disambut hangat oleh masyarakat. Salah satunya, Suyatmi, warga Kelurahan Ngantru.

Menurutnya, harga di gerakan pasar murah ini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Namun, setiap warga dibatasi hanya dapat membeli satu paket.

"Ini saya membeli beras 5 kilogram (kg) dan minyak 2 liter hanya Rp 52 ribu," ujarnya, Rabu (20/12/2023).

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Kota Kediri Bantu Penuhi Kebutuhan Warga Jelang Idul Adha

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, Gerakan Pangan Murah ini bertujuan untuk menekan inflasi. Di sisi lain juga untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Nataru.

"Gerakan Pangan Murah ini kami subsidi dari APBD. Jadi masyarakat bisa membeli dengan harga jauh lebih murah, yakni sekitar 50 persen dari harga pasaran," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Gerakan Pangan Murah ini juga dilakukan di desa. Saat ini harga beras masih Rp13 ribu per kg. Sedangkan di Gerakan Pangan Murah, beras dijual Rp6 ribu per kg. Sedangkan total yang didistribusikan mencapai 570 paket beras dan minyak.

"Hampir setiap hari kami lakukan Gerakan Pangan Murah di desa. Agar masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga yang terjangkau," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.