Kamis, 18 Jun 2026 02:34 WIB

Kepala SDN Tambegan Bangkalan Diduga Potong Gaji, Guru Honorer Buat Petisi

SDN Tambegan, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
SDN Tambegan, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dugaan pemotongan gaji guru honorer terjadi di SDN Tambegan, Kecamatan Arosbaya. Akibatnya, sejumlah guru membuat petisi untuk memindahkan kepala sekolah yang dituduh itu.

Salah satu guru honorer SDN Tambegan, Malihah mengatakan dugaan pemotongan gaji itu bahkan mencapai lebih dari 50 persen dari total gaji yang ada. Hal itu terjadi dalam setahun ini.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Mulai dari bulan Januari hingga November kami menerima gaji sebanyak Rp450 ribu, padahal nilai transferan gaji adalah Rp1,2 juta," ujar dia, Selasa (19/12/2023).

Ia mengatakan, guru honorer lainnya semula menerima gaji sebanyak Rp1,2 juta di rekening. Namun, gaji itu kemudian diambil secara tunai lalu disetorkan ke bendahara sekolah.

"Dari tanggal 1 setiap bulan bendahara itu sudah menginfokan untuk mengambil uang di rekening kami masing-masing namun nanti uang itu disetor lagi semuanya," ungkapnya.

Setelah uang itu disetor, nantinya pembayaran gaji guru honorer akan diberikan tiap tanggal 20 ke atas setiap bulannya dengan jumlah sebesar Rp450 ribu.

Baca Juga: Lantik 128 Kepala Sekolah di Jatim, Khofifah: Bangun Sinergi dan Kolaborasi

"Gajiannya itu baru tanggal 21 atau 22 setiap bulan dan kami hanya menerima Rp450 ribu. Kemana sisanya kami tidak pernah diberi tahu," imbuhnya.

Akibat hal tersebut, ia bersama 9 guru honorer lainnya membuat petisi dan ditandatangani semua guru honorer. Hal itu dibuat agar dinas memproses kepala sekolah dan memindahkan dari SDN Tambegan.

"Harapannya kepsek dipindah namun sampai sekarang tidak ada pemindahan itu," jelasnya.

Baca Juga: Dindik Jatim Kaji Opsi Pembelajaran Daring Buntut Efisiensi Energi

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Tambegan, Suwandi mengatakan pihaknya tak melakukan pemotongan gaji. Ia juga menepis adanya guru yang menyetorkan gaji ke bendahara sekolah.

"Gak ada itu. Para guru sukwan (honorer) menerima gaji sesuai dengan transferan ke rekening masing-masing," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.