Rabu, 17 Jun 2026 13:50 WIB

Rekrutmen KPPS Bangkalan Diduga Tak Transparan, Warga Lapor ke Bawaslu

Sejumlah warga Desa Lerpak saat melaporkan dugaan ketidaknetralan anggota PPS di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Sejumlah warga Desa Lerpak saat melaporkan dugaan ketidaknetralan anggota PPS di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah warga Desa Lerpak melaporkan salah satu anggota Panitia Pemilihan Suara (PPS) setempat ke Bawaslu Bangkalan. Hal ini buntut dari dugaan ketidaknetralan anggota PPS tersebut.

Salah satu warga, Munawir, mengatakan laporan itu bermula dari adanya rekrutmen KPPS yang dinilai tidak netral. Hal itu muncul setelah pihaknya mengetahui rekrutmen itu dilakukan secara terbatas dan tidak transparan.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Kami menilai rekrutmen KPPS di desa kami dilakukan tidak transparan dan kami menduga hal itu terjadi karena tidak netralnya salah satu anggota PPS," ujarnya, Senin (18/12).

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah bukti ketidaknetralan PPS tersebut dalam pemilu. Diduga, anggota PPS itu mendukung salah satu calon legislatif.

"Kami sudah memiliki cukup bukti dan semuanya kami serahkan ke Bawaslu agar selanjutnya bisa diproses lebih lanjut," jelasnya.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku, saat ini masih melakukan kajian untuk mendalami laporan tersebut.

"Masih kami proses, kami kaji dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya seperti apa," imbuhnya.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Ia juga mengatakan, laporan terkait ketidaknetralan PPS juga sebelumnya dilaporkan oleh warga dari kecamatan lain. Namun, laporan tersebut masih belum melengkapi berkas.

"Selain Lerpak ini juga ada laporan dari Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu. Untuk perihalnya sama terkait perekrutan KPPS," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.