Minggu, 14 Jun 2026 11:55 WIB

Kota Malang Bakal Sediakan Rabies Center di 5 Kecamatan

  • Penulis : Gerhana
  • | Minggu, 17 Des 2023 16:26 WIB
Tangkapan layar postingan warga net soal insiden warga yang digigit anjing peliharaan di kawasan Car Free Day (CFD). (Foto: media sosial for jatimnow.com)
Tangkapan layar postingan warga net soal insiden warga yang digigit anjing peliharaan di kawasan Car Free Day (CFD). (Foto: media sosial for jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Pemkot Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang sedang membentuk Rabies Center. Tujuannya, untuk mencegah dan menanggulangi akibat gigitan hewan anjing.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Rencananya, Rabies Center akan ada di lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Peternakan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono pada Minggu (17/12/2023).

Dia mengatakan, pembentukan Rabies Center berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Malang. Menurutnya, fasilitas itu penting, dan belum lama ini juga terdapat insiden warga yang digigit anjing peliharaan saat berada Car Free Day (CFD), Jalan Ijen.

"Jadi ini nanti untuk manusianya bisa menghubungi ke puskesmas, yang sudah ditunjuk untuk penanganan yang digigit, sedangkan hewannya nanti ini tugas dari Dispangtan untuk observasi selama 14 hari," kata Anton.

Nantinya, untuk lima kecamatan yang akan ditunjuk memiliki layanan Rabies Center diantaranya, Puskesmas Kendalsari di Kecamatan Lowokwaru, Puskesmas Kendalkerep di Kecamatan Blimbing.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Kemudian, Puskesmas Arjuno di Kecamatan Klojen, Puskesmas Janti di Kecamatan Sukun dan Puskesmas Kedungkandang di Kecamatan Kedungkandang.

"Dibentuknya rabies center ini sudah menjadi keharusan bagi tiap kota/ kabupaten, meskipun tidak ada Rabies Center. Apalagi Kota Malang di Jatim masuk daerah bebas rabies. Sehingga, perlu pencegahan supaya penyakit itu tidak menyebar," katanya.

Saat ini tahapan pembentukan Rabies Center masih dalam penyusunan draf Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Di dalam isi SK tersebut, akan memuat di antaranya siapa saja yang bertindak, kemudian lokasinya, kemungkinan keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) lain dan lainnya.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

"Mungkin nanti terkait lalu lintasnya, transit hewan, ketika hewan masuk itu, kemudian saat ada digigit seperti itu apa yang harus dilakukan," katanya.

"Untuk penanganan hewannya di Puskeswan yang ada di Jalan Sarangan, kami terus mensosialisasikan kepada warga yang memiliki pemilik anjing peliharaan untuk divaksin," tambahnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.