Kamis, 18 Jun 2026 23:11 WIB

Bawaslu Kota Batu Gandeng Jurnalis Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

  • Penulis : Gerhana
  • | Sabtu, 16 Des 2023 08:05 WIB
Kegiatan Bawaslu Kota Batu dengan para jurnalis di Kota Batu yang tergabung di Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) untuk menangkal informasi sesat atau hoaks mendekati Pemilu 2024. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Kegiatan Bawaslu Kota Batu dengan para jurnalis di Kota Batu yang tergabung di Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) untuk menangkal informasi sesat atau hoaks mendekati Pemilu 2024. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batu menggandeng para jurnalis di Kota Batu, Jawa Timur yang tergabung di Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) untuk menangkal informasi sesat atau hoaks. Hal ini dalam rangka menjelang tahun politik mendekati Pemilu 2024.

Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Batu Yogi Eka Chalid mengatakan, kualitas pemilu semakin baik ketika mendapat pengawasan dari banyak pihak.

Baca Juga: Poros Muda NU Kecam Fitnah Amien Rais ke Presiden Prabowo dan Letkol Teddy

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen menyediakan keterbukaan akses informasi kepada awak media.

Menurutnya, upaya yang ada menjadi bentuk pengawasan jalannya proses pemilihan secara partisipatif bersama.

"Ini menjadi hal yang positif, dimana semakin banyak pihak yang ikut mengawasi maka berkualitas pesta demokrasi kita," kata Yogi pada Jumat (15/12/2023).

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Perwakilan PWI Jatim, Mahmud Suhermono menyampaikan, akses informasi yang saat ini luas seperti di media sosial (medsos) tidak mesti valid.

Ia menegaskan, jika situasi inilah yang perlu diwaspadai saat Pemilu 2024, agar para pemilih jangan sampai menerima informasi sesat.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Oleh karena itu, Mahmud mengimbau kepada masyarakat untuk juga mengakses informasi dari media massa.

"Ada perbedaan, mana informasi yang disebar lewat medsos atau media massa. Produk jurnalistik dari media massa bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan medsos," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.