Minggu, 21 Jun 2026 11:20 WIB

Ada 2.236 Janda Baru di Lamongan, Penyebabnya Mulai Ekonomi, Judi sampai Selingkuh

Pusat pelayanan di Kantor PA kelas 1A Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/gmail.com)
Pusat pelayanan di Kantor PA kelas 1A Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/gmail.com)

jatimnow.com - Angka perceraian di Kabupaten Lamongan masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak, 2.599 pengajuan cerai masuk ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Lamongan dari bulan Januari - November 2023.

Dari angka tersebut, 1.907 pemohon cerai diajukan oleh pihak perempuan atau cerai gugat, sedangkan 692 diajukan oleh suami atau cerai talak.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Panitera muda hukum PA Kelas 1A Lamongan, Setianto menyampaikan dari jumlah pengajuan masuk itu, hanya 2.236 yang dikabulkan dan resmi menyandang status duda dan janda baru. Sementara sisanya dicabut, ditolak, hingga digugurkan.

"Pengajuan didominasi cerai gugat, faktornya beragam tapi alasan terbanyak dilatarbelakangi ekonomi. PA Lamongan mengabulkan 2.236 dari total 2.599 pengajuan," ungkap Setianto, Senin (11/12/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Setianto menyampaikan, faktor penyebab perceraian terbanyak dilatarbelakngi ekonomi berjumlah 1.013 kasus, disusul cekcok/perselisihan ada 743 kasus, lalu ditinggal pasangan sebanyak 150 kasus.

"Kemudian, zina atau perselingkuhan sebanyak 76, ada juga karena faktor judi 46, KDRT 53, dan madat atau pecandu juga mabuk berjumlah 36," katanya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Selain itu, latar belakang lainnya juga ada dari faktor poligami sebanyak 2 kasus, juga karena dipenjara 2 kasus, murtat atau keluar dari agama Islam sebanyak 4 kasus, dan karena kawin paksa sebanyak 6 kasus.

Dari data yang dihimpun, jumlah penyelesaian perkara di PA kelas 1A Lamongan untuk perceraian berjumlah 2.474 kasus dengan rasio penyelesaian 94,64 persen.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.