Kamis, 18 Jun 2026 15:49 WIB

Tulungagung Masuk Dalam Peta Rawan Pemilu, Ini Langkah Pemkab

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tulungagung masuk dalam daerah rawan pada Pemilu 2024. Hal ini berdasarkan hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dikeluarkan Bawaslu Jawa Timur.

Total terdapat 12 Kabupaten dan Kota yang masuk kategori rawan. Selain Tulungagung, daerah lainnya adalah kota dan Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

Baca Juga: 3 Koper Diamankan KPK Dari Penggeledahan Kantor Pemkab Tulungagung

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan dengan adanya IKP ini, pihaknya akan semakin intens berkomunikasi dengan banyak pihak, mulai TNI, Polri serta KPU dan Bawaslu. Peta kerawanan tersebut menjadi landasan untuk semakin meningkatkan langkah antisipasi, selama tahapan Pemilu berlangsung.

"Tentu akan kita bahas bersama banyak pihak, bagaimana ini menjadi catatan kita, kalau brake down sampai bawah, kita masih lakukan pendalaman, mana saja yang rawan dan lainnya," ujarnya, Kamis (30/11/2023)

Sebagai langkah awal, Pemkab sudah membuat grup bersama dengan banyak pihak hingga tingkat kecamatan. Grup ini dibuat untuk memudahkan tukar menukar informasi soal perkembangan dan dinamika Pemilu di Tulungagung.

"Sudah ada grup sampai tingkat kecamatan, yang tujuannya agar informasi biar cepat disampaikan," tuturnya.

Baca Juga: Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung Usai Gatut Sunu Ditangkap KPK

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Pungki Dwi Puspito mengatakan, salah satu indikator dalam IKP adalah soal kompetisi. Kompetisi yang dimaksud adalah kompetisi para peserta Pemilu, mulai dari saat Kampanye sampai pencoblosan nantinya.

Pihaknya mengakui, ada beberapa hal penting dalam peta kerawanan IKP yang menjadi sorotan pada pelaksanaan Pemilu sebelumnya. Salah satunya adalah aksi kerawanan pasca kampanye.

Selain itu, gesekan antar kelompok pemuda tertentu juga menjadi catatan yang mempengaruhi IKP ini.

Baca Juga: 127 Jabatan Kepsek di Tulungagung Kosong, Bupati Pastikan Pengisian Tanpa Calo

"Memang ada pengaruhnya juga, untuk gesekan antar pemuda itu, itu juga jadi catatan," jelasnya.

Bawaslu sendiri akan berupaya terus melakukan pencegahan dengan menggelar sosialisasi formal dan informal. Koordinasi di tingkat Kabupaten dan Provinsi juga ditingkatkan sehingga peta kerawanan bisa mengalami penurunan dan potensi kerawanan bisa ditekan.

"Harapan kita dengan sosialisasi dan korodinasi, semoga turun gradenya," pungkasnya. 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.