Rabu, 17 Jun 2026 19:10 WIB

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Tandon Air Dicampur Pestisida

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 13 Mar 2018 13:16 WIB
Warga menunjukka air yang sudah bercampur pestisida.
Warga menunjukka air yang sudah bercampur pestisida.

jatimnow.com - Polisi mulai mengantongi identitas terduga pelaku percobaan pembunuhan dengan cara memasukkan cairan pestisida ke air tandon.

Pelaku tersebut, diduga juga yang melakukan teror SMS pembunuhan kepada Yulainti, anak dari keluarga juragan sapi ternak, warga Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Dari hasil penyelidikan, kejadian tersebut (tandon air dicampuri pestisida) diduga kuat terkait dengan adanya ancaman (SMS teror) terhadap korban yang terjadi beberapa hari sebelum kejadian," kata Kapolres Blitar AKBP Slamet Waluyo, Selasa (13/3/2018).

Penyidik kata Slamet, masih terus mengumpulkan bahan keterangan dari saksi maupun tetangga korban.

"Kuat dugaan kalau pelaku percobaan peracunan dengan pestisida, serta ancaman melalui SMS, dilakukan satu orang," ujarnya.

Kapolres mengatakan, sampai saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Kita masih terus mengembangkan kasus ini," jelasnya.

Sebelumnya, keluarga juragan sapi Sunarto yang berlokasi di Dusun Sukoreno, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, nyaris menjadi korban keracunan, setelah tandon air dengan kapasitas 250 liter dicampuri pestisida.

Untungnya, kejadian itu diketahui pertama kali oleh Sumiati, istri Sunarto, saat akan mengambil air wudhu sebelum salat subuh, Jumat (9/3/2018).

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Sehari sebelumnya, Yulianti yang tinggal bersama orang tuanya, Sunarto dan Sumiati, juga mendapatkan teror SMS dari seorang pria yang pernah bekerja membantu Sunarto mencari rumput untuk pakan ternak sapi.

Reporter: CF Glorian
Editor: Jajeli Rois

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.