Sabtu, 20 Jun 2026 02:01 WIB

Truk Tangki BPBD Ponorogo Rusak jadi Kendala Dropping Air Bersih, Waduh...

Truk tangki BPBD yang diistirahatkan karena rusak. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Truk tangki BPBD yang diistirahatkan karena rusak. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menghadapi kendala serius. Satu truk tangki dropping air mengalami kerusakan dan harus diistirahatkan karena keterbatasan anggaran perbaikan.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka mengandalkan 3 truk tangki air untuk dropping air, namun kini hanya tinggal 2 truk yang dapat digunakan.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Meskipun demikian, BPBD tetap berkomitmen untuk menyalurkan air ke 15 dukuh di Ponorogo yang mengalami kekeringan.

:Kalau dulu sehari 5-6 titik dengan 3 kendaraan, 1 kendaraan 2 lokasi, hari ini 1 kendaraan bisa melayani 3 lokasi. Jadi bekerja sampai magrib,” ungkap Masun, Rabu (29/11/2023)

Meskipun BPBD memberikan pemahaman kepada warga terdampak tentang keterlambatan dalam penyaluran air. Upaya untuk memenuhi kebutuhan air tetap dilanjutkan meski dalam kondisi terseok.

Baca Juga: Tiar Karbala Resmikan Sumur Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh

“Saat ini ada sekitar 1200 lebih warga atau sekitar 13 ribu jiwa yang terdampak kekeringan di Ponorogo. Dan air bersih itu kebutuhan pokok dan tidak bisa digantikan degan yang lain,” katanya,

Anggaran untuk perbaikan mobil BPBD tahun 2023 sudah habis, dan saat ini mereka hanya mengandalkan dua mobil yang sudah diservis pada awal tahun.

Baca Juga: Canggih, Alat Buatan Mahasiswa Untag Ini Bisa Uji Higienitas Air Galon

“Upaya peremajaan kendaraan masih terkendala oleh ketiadaan anggaran. Mobil itu buatan 2008 dan baru dihibahkan ke kami 2011,” pungkas mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan)

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.