Jumat, 19 Jun 2026 12:54 WIB

Bupati Ponorogo Pilih Transformasi Tugu Perguruan Silat Ketimbang Dirobohkan, Jadi Apa Ya?

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memilih untuk mengubah tugu perguruan silat menjadi Tugu Pancasila alih dari pada merobohnya. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang, menghindari pembongkaran dan menghargai kontribusi iuran dari perguruan silat.

"Teman-teman (perguruan silat) pasti sudah urunan (iuran) untuk membuat tugu. Jika dirobohkan tanpa melihat keringat mereka saat iuran, sangat tidak tega," ujar Bupati Sugiri Sancoko pada Jumat (24/11/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Langkah ini diambil untuk menjaga solidaritas dan menghindari pemisahan antar-perguruan. Bupati, yang akrab dipanggil Kang Giri, memotivasi perguruan silat untuk mendukung perubahan ini dan menyumbangkan kegagahan mereka kepada Pancasila.

"Saya dorong agar perguruan kita hibahkan kegagahan itu kepada kegagahan Pancasila. Sehingga tidak ada bendera atau lambang yang lebih tinggi dari pada Pancasila," tegasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Kang Giri juga menegaskan bahwa perubahan ini tidak mengurangi harkat dan martabat, bahkan dianggap sebagai langkah yang dasyat. Ia menyatakan bahwa tugu yang telah diubah akan diberi tulisan pendukung dari pihak yang bersangkutan di bawah Tugu Pancasila.

Proses perubahan ini telah disetujui dan diperkirakan akan dilakukan pada awal Desember 2023 dengan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Dengan perubahan ini, tugu tetap berdiri tegak, namun berubah menjadi simbol Pancasila. Saat ini terdapat sekitar 600 tugu yang dimiliki oleh perguruan silat di Ponorogo," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur telah mengeluarkan Surat Edaran tentang pembongkaran tugu, patung, atau simbol perguruan silat di wilayah Jawa Timur, namun Bupati Sugiri Sancoko memilih pendekatan transformasi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.