Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

BPPKAD Pemkab Ponorogo Lelang Kendaraan Dinas Tak Layak Pakai, Minat?

Kepala BPPKAD Ponorogo, Sumarno. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala BPPKAD Ponorogo, Sumarno. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Ponorogo berencana untuk melelang kendaraan dinas yang sudah tidak layak pakai.

Kepala BPPKAD Ponorogo, Sumarno, mengatakan bahwa kegiatan lelang ini direncanakan akan dimulai pada akhir November 2023.

Baca Juga: DJKN Jatim dan BRI Gelar Gebyar Lelang Indonesia, Pamerkan Artefak Meteorit Langka

“Nanti kami beritahu lebih lanjut,” ujar Sumarno, Kamis (23/11/2023).

Sumarno menjelaskan bahwa lelang kendaraan dinas merupakan kegiatan rutin. Setiap tahun Pemkab Ponorogo melelang kendaraan yang memenuhi persyaratan.

Syarat yang dimaksud seperti berusia minimal 7 tahun dan tidak ekonomis lagi, akan diikutsertakan dalam lelang.

“Proses lelang ini berdasarkan laporan dari organisasi perangkat daerah (OPD), yang melaporkan kendaraan mana yang memenuhi syarat untuk dilelang,” katanya.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Sumarno memperkirakan bahwa dari hasil lelang ini, Pemkab Ponorogo dapat mengumpulkan tambahan dana sekitar Rp2 miliar.

“Dapat suntikan dana dari lelang ini,” terangnya.

Meskipun jumlah pasti kendaraan yang akan dilelang masih menunggu laporan OPD, Sumarno mengungkapkan bahwa lelang ini akan memberikan suntikan dana yang signifikan.

Baca Juga: Khofifah Pimpin Apel ASN Jelang Lebaran, Ini Pesannya

Namun, ia juga menyoroti bahwa proses lelang memerlukan waktu yang agak lama karena memerlukan apresial satu per satu dari petugas Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Yang lama itu proses apresial. Karena memang satu per satu,” pungkas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitaian (Bappeda Litbang).

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.