Sabtu, 20 Jun 2026 21:17 WIB

Harga Kedelai Impor Terus Naik, 5 Perajin di Kota Kediri Gulung Tikar

Aktivitas perajin tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Aktivitas perajin tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga kedelai impor yang sulit terkendali, membuat sejumlah perajin di Kampung Tahu Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri terpaksa gulung tikar.

Setidaknya, ada 5 perajin tahu yang kini memilih untuk menutup usahanya lantaran laba yang diperoleh dari hasil penjualan tak sebanding dengan biaya produksi yang selangit. Mereka adalah yang memiliki kapasitas produksi di bawah 20 kilogram per hari.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Seperti diketahui, harga kedelai impor saat ini terus menunjukkan kenaikan. Sebagai bahan baku utama, harga kedelai impor naik menjadi Rp12.500 perkilogram. Padahal, sebulan lalu harganya masih Rp11.400 per kilogram.

Ketua Paguyuban Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Jamaludin mengatakan, untuk tetap bertahan perajin terpaksa mengurangi jumlah produksi. Karena tidak hanya kedelai, harga plastik dan kayu bakar pun juga ikut naik.

Sebagai solusi lain, menurut Jamaludin, perajin juga tidak berani menaikan harga tahu karena persaingan yang cukup ketat. Alih-alih mencari untung besar, mereka malah bangkrut karena barang tidak laku.

“Dampak kenaikan harga kedelai ini banyak perajin yang gulung tikar. Di Kampung Tahu ini ada 5 perajin,” kata Jamaludin, Kamis (22/11/2023).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Saya mau menaikkan harga juga pikir-pikir karena banyak persaingan perajin tahu juga jadi kita harga tetap tapi mengurangi bahan bakunya. Tapi juga sebenarnya ini bukan jalan keluar, karena mengurangi bahan juga mengurangi kualitas tahu juga. Seharusnya kualitas tahu tetap bagus tapi harganya kita menyesuaikan nanti,” tambahnya.

Dia pun berharap kepada pemerintah, harga kedelai bisa segera turun. Dan aktivitas di Kampung Tahu kembali berjalan normal.

“Mengenai harga kedelai, saya serahkan ke pemerintah,” keluh Jamaludin.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Diketahui, mereka yang produksinya tutup, untuk sementara memilih profesi dan bekerja sebagai tenaga produksi tahu atau buruh di tempat lain.

Tercatat, di Kampung Tahu terdapat 34 perajin yang bermukim di sana. Perajin menjual tahu produksinya seharga Rp30.000 per kotak berisi 10 potong tahu.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.