Kamis, 18 Jun 2026 06:05 WIB

Buruh Demo di Grahadi Surabaya, Tuntut Kenaikan UMP Jatim 15 Persen

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 20 Nov 2023 18:09 WIB
Demo buruh di Surabaya. (Foto: Haryo Agus / jatimnow.com)
Demo buruh di Surabaya. (Foto: Haryo Agus / jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan massa buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (20/11/2023). Aksi unjuk rasa tersebut menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 15 persen.

Diketahui, penetapan kenaikan UMP Jawa Timur tahun 2024 akan diumumkan tanggal 21 November 2023 besok.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan massa aksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMP Jatim 2024 sebesar 15 persen, serta menolak perhitungan kenaikan UMP menggunakan formulasi dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 51 tahun 2023.

"Tapi kami ingin memastikan, ingin mengawal kenaikan UMP tidak menggunakan formulasi yang tertera dalam PP No. 51 tahun 2023," kata Nuruddin pada wartawan.

Menurut Nuruddin, ketika perhitungan upah menggunakan PP No. 51 tahun 2023, kenaikan upah tidak akan terlalu signifikan karena lebih rendah dari nilai inflasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ketika menggunakan formulasi itu, kenaikan cuman sebesar 2-3 persen. Sejatinya, upah buruh tidak naik, karena tergerus inflasi, karena kenaikannya itu dibawah inflasi yang nilainya 3.1 persen," ujarnya.

Nuruddin mengatakan, perhitungan nilai upah buruh, harus memperhatikan prediksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di tahun berikutnya.

"Parameter yang digunakan dalam PP No. 51 itu pertumbuhan ekonomi dan inflasi saat ini. Sedangkan upah buruh itu dirasakan tahun depan. Maka perlu ditambahkan prediksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun depan," ucapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Nuruddin mengatakan, kenaikan UMP Jatim tak sampai 15 persen, pihaknya akan melakukan unjuk rasa kembali pada tanggal 30 November dengan massa yang lebih besar.

"Hasil rapat estimasi kita kurang lebih 10 ribu. Tapi nanti implementasi di lapangan kita belum tahu," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.