Senin, 22 Jun 2026 14:37 WIB

Langganan Banjir, Warga Tanggulangin Sidoarjo: Toko Jarang Dibuka, Tiap Hari Bersihkan Genangan

Warga Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Endang Purwani Puji Astuti (Foto: Ahaddinii HM/jatimnow.com)).
Warga Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Endang Purwani Puji Astuti (Foto: Ahaddinii HM/jatimnow.com)).

jatimnow.com - Beberapa daerah di Sidoarjo setiap tahun selalu terdampak banjir saat musim hujan tiba. Salah satunya adalah daerah Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.

Endang Purwani Puji Astuti (41), warga RT 8 RW 4 Kedung Banteng menuturkan, musim hujan yang akan segera tiba penyebab kesedihan baginya.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Kalau musim hujan, bikin kita sedih. Air naik, banjir sampai masuk rumah. Kalau sudah surut, dibersihkan, hujan turun lagi, banjir lagi masuk rumah, sampai Ibu saya terpeleset jatuh, sampai patah tulang, harus diterapi berkali-kali baru sembuh dari banjir yang terakhir," ungkapnya, Rabu (15/11/2023) kepada jatimnow.com secara langsung.

Tidak hanya itu saja, Endang menambahkan, wilayah tempat tinggalnya yang menjadi langganan banjir juga berpengaruh terhadap penjualan dari toko sebagai mata pencariannya.

"Setiap tahun kalau banjir, toko jarang saya buka, karena lebih penting urus banjir, jadi terhambat. Selalu ketir-ketir kalau musim hujan mau datang, benar-benar harus persiapkan mental kuat," imbuhnya.

Endang menjelaskan, kesedihan dialami tetangga karena dampak setiap musim hujan tiba juga dialami tetangganya.

"Ini setiap musim hujan, air naik, hewan-hewan besar keluar dari leng (sarang), sering semacam ular besar berkeliaran terus bikin khawatir warga di sini," ungkapnya.

Kepala Dusun Kedung Banteng, Didik Fahrudin. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).Kepala Dusun Kedung Banteng, Didik Fahrudin. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Sementara itu, Kepala Dusun Kedung Banteng, Didik Fahrudin (42) menyampaikan, sejak akhir 2009, Kedung Banteng menjadi daerah langganan banjir.

"Di Kedung Banteng sudah sejak tahun 2009 akhir bulan Desember menjafi daerah langganan banjir. Setelah diteliti ini karena faktor geologi adanya penurunan tanah," terangnya.

Beberapa upaya dilakukan Pemerintah setempat dalam rangka menghadapi musim hujan sebagai antisipasi banjir.

"Persiapannya adalah dengan melakukan pembongkaran bangunan liar (bangli) karena menghambat jalannya air. Selain itu juga persiapan dengan menanam satu pompa penyedot, sebagai antisipasi hujan dengan waktu 1 detik mampu menyedot 5000 liter air," terangnya.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Didik berharap, dengan adanya persiapan yang telah dilakukan, dapat menjadikan Kedung Banteng sebagai daerah bebas banjir.

Selain itu, warga yang belum meninggikan lantai rumah mendapat bantuan dan dukungan pihak terkait, termasuk keringanan biaya PLN terkait kabel sebagai dampak renovasi meninggikan lantai rumah.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.