Minggu, 21 Jun 2026 01:58 WIB

DPUPRPKP Kota Malang Kebut 34 Proyek Drainase untuk Antisipasi Banjir

  • Penulis : Gerhana
  • | Rabu, 15 Nov 2023 16:12 WIB
Kondisi genangan air di salah satu jalan di Kota Malang. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Kondisi genangan air di salah satu jalan di Kota Malang. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Memasuki musim hujan, beberapa ruas jalan di Kota Malang, Jawa Timur terpantau kerap terjadi banjir. Beberapa ruas jalan tersebut yakni Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kedawung, Jalan Bareng dan Jalan Ciliwung.

Rata-rata ketinggian air saat hujan deras dari sekitar 15 sentimeter hingga mencapai diatas roda mobil.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang saat ini tengah mengebut penyelesaian proyek drainase yang menjadi prioritas. Hal itu untuk meminimalisasi genangan air yang ada.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto menyampaikan, penanganan drainase apabila ada yang bermasalah menjadi prioritas pihaknya saat musim hujan. Sehingga, kegiatan masyarakat diharapkan dapat lancar.

Sebab, permasalahan drainase yang tidak lancar bisa mengakibatkan adanya genangan air hingga banjir.

"Penanganan drainase menjadi prioritas, agar kegiatan masyarakat seperti perekonomian supaya bisa tetap berjalan dengan baik," kata Dandung pada Rabu (15/11/2023).

Untuk anggaran pemeliharaan insidentil drainase menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran sebelumnya.

"Karena keterbatasan anggaran, kami tidak ada tambahan anggaran lagi di tahun 2023 ini. Kita memanfaatkan Silpa kemarin untuk pemeliharaan insidentil," katanya.

Selain itu, ada 34 titik proyek drainase yang dikerjakan dan ditargetkan rampung hingga akhir November 2023 ini. Dari jumlah tersebut, menyisakan sekitar 10 titik proyek yang masih dikerjakan.

Proyek ini ditargetkan mampu mengurangi sekitar 20 persen dari tingkat genangan air di tahun sebelumnya, seperti di Jalan Ki Ageng Gribig.

"Ini masih terus berproses, tetapi bulan ini kami harapkan selesai semua," katanya.

Proyek drainase ini juga masih menjadi prioritas DPUPRPKP Kota Malang pada tahun 2024 mendatang. Namun, dia belum bisa menjawab untuk jumlah titik yang akan dikerjakan serta anggarannya.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

"Karena anggaran masih belum dapat alokasi, tapi tetap kita prioritaskan. Artinya, kita berharap permasalahan banjir bisa kita atasi, paling tidak kita kurangi," katanya.

Kemudian, untuk proyek bozem, atau Bangunan Pengendali Air Hujan di Kota Malang dinilainya tidak memiliki dampak yang signifikan dalam persiapan menghadapi musim hujan. Pihaknya menekankan, bahwa pemanfaatan melalui sarana prasarana drainase tetap yang utama.

"Efektifnya lebih ke drainase, karena kalau Bosem, air tidak melalui sana. Sehingga, aliran air bisa dialirkan keluar. Tapi kalau drainase bulan ini selesai semua, 100 persen semuanya," katanya.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengingatkan, pentingnya mitigasi dan penanganan bencana di masyarakat. Pihaknya beserta jajarannya sudah bersiap dengan potensi bencana yang mungkin terjadi.

Wahyu menyampaikan, pengalaman adanya bencana di tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi pelajaran semua pihak. Sehingga, dia berharap, kepada jajaran perangkat daerah terkait bisa lebih siap dan minimalisasi dalam menghadapi potensi bencana rutinitas dengan cuaca tahun ini.

"Upaya mitigasi dan penanganan bencana jadi prioritas yang harus dilakukan karena ini bentuk implementasi dari pelayanan publik, pelayanan kepada masyarakat, maka penting sedari awal dipersiapkan, mitigasinya juga didasarkan pada pengalaman tahun lalu, banjir, pohon tumbang, angin puting beliung saya kira harus kita antisipasi," kata Wahyu beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal

Wahyu mengingatkan, bahwa beberapa wilayah di Kota Malang merupakan daerah aliran sungai (DAS). Menurut orang nomor satu di Pemkot Malang ini, untuk kondisi topografi yang ada juga berpengaruh terhadap terciptanya potensi bencana utamanya banjir dan tanah longsor saat intensitas hujan tinggi.

"Saya mengingatkan karena beberapa wilayah di tempat kita ini adalah daerah aliran sungai. Biasanya saat curah hujan naik, maka peningkatan debit air dapat berakibat banjir dan bisa jadi bahaya tanah longsor, ini harus jadi perhatian," katanya.

Wahyu juga telah menginstruksikan kepada jajaran dan elemen terkait. Salah satunya, dengan optimalisasi tugas yang terstruktur dari BPBD Kota Malang hingga kelurahan tangguh.

Diharapkan, keterlibatan elemen masyarakat mampu menguatkan sistematika penanganan jika terjadi bencana. Menurutnya, dengan melibatkan elemen masyarakat maka penanganan bencana dapat bersifat komprehensif dan menyeluruh.

"Karena itu, saya instruksikan kepada BPBD, libatkan semua pihak dan elemen terkait sampai di tingkat FPRB dan kelurahan tangguh. Percepat penyerapan anggaran yang berkaitan dengan penanggulangan bencana dan harapan saya semua dapat berjalan komprehensif agar pelayanannya maksimal," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.