Jumat, 19 Jun 2026 13:24 WIB

Relawan FPN dan Petani Kediri Deklarasi Dukung Amin, Reforma Agraria jadi Alasan

Deklrasi dukungan untuk pasangan Amin di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Deklrasi dukungan untuk pasangan Amin di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPD Front Pergerakan Nasional (FPN) Jawa Timur bersama puluhan petani di Kabupaten Kediri menggelar deklarasi dukungan untuk pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin), Senin (13/11/2023) sore.

Deklarasi ini digelar di rumah salah satu petani di Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Relawan dari 9 wilayah sekitar juga hadir dalam acara deklarasi ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ketua DPD FPN Jawa Timur, Tukinan mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen aktifis yang mendampingi masyarakat untuk memperjuangkan ekonomi masyarakat dan mengangkat kesejahteraan terhadap masyarakat. Utamanya terkait reforma agraria sebagai pondasi dalam membangun ekonomi.

“Amin memiliki visi misi yang fokus tentang reforma agraria sebagai pondasi untuk membangun ekonomi kerakyatan, dan petani merindukan adanya kepemimpinan yang mampu menata dan mengatur dalam hal ketimpangan penguasaan sumber-sumber agrarian,” jelas Tukinan.

Lebih lanjut menurut Tukinan, alasan memilih Kediri untuk mendeklarasikan dukungan terhadap Amin karena adanaya beberapa kasus tanah di Kediri, sejak zaman kerajaan dan kemerdekaan merupakan sentra pergerakan.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara itu Ridwan, salah satu petani asal Badas mengaku rela mendukung pasangan Amin karena visi misinya soal reforma agraria. Para petani berharap reforma agraria segera dijalankan, karena para petani telah berpuluh-puluh tahun hanya menggarap tanah negara dan belum ada hak atas tanah.

“Saya mendukung pasangan Amin karena memiliki visi misi tentang reforma agrarian yang dibutuhkan para petani, karena setelah tiga generasi menggarap tanah, namun belum memiliki hak atas tanah tersebut,” tutur Ridwan.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Ridwan juga mengeluhkan tentang sulitnya petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi, bahkan kendati memiliki uang, namun untuk membeli pupuk bersubsidi kesulitan dan diarahkan untuk membeli pupuk nonsubsidi yang harganya sangat mahal.

“Harapannya pupuk bersubsidi diperbanyak, sehingga patani mudah mendapatkannya,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.