Selasa, 16 Jun 2026 00:11 WIB

Gaya Seperti Preman, Anak-anak Punk ini Lemas di Kantor Polisi

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 13 Mar 2018 09:00 WIB
Polisi memangkas rambut anak-anak punk.
Polisi memangkas rambut anak-anak punk.

jatimnow.com - Ke empat anak punk di Ponorogo yang di jalanan bergaya seperti preman, hanya bisa lemas ketika digiring ke Mapolres Ponorogo, Selasa (13/3/2018).

Adalah Yoga Prasetyo (18) Kabupaten Ponorogo, Roni Dwi S (21) warga Kabupaten Kebumen, Anita Sari (18) warga Kabupaten Jombang dan Misinya (18) warga Kota Madiun.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Ke empatnya digiring, tepat di saat memaksa pengguna jalan untuk memberikan uang. Bahkan ada juga yang mengeluarkan kata-kata kasar.

"Mereka memaksa meminta uang di lampu merah Jenes. Bahkan ada yang sampai mengumpat pengguna jalan," kata Kasat Sabhara Polres Ponorogo, AKP Hariyanto, Selasa pagi.

Ia mengaku, memang beberapa warga masyarakat resah. Apalagi cara memintanya memaksa. Ia menjelaskan banyak masyarakat yang melaporkan.

Baca Juga: Puluhan Personel Polres Tulungagung Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolres

"Hari ini tadi kami tindak tegas. Kami giring ke Polres Ponorogo. Kami bikinkan shock terapi," tambahnya.

Hukumannya, lanjut ia, hormat bendera di halaman Polres Ponorogo. Agar mereka merasakan bagaimana perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan.

Selain itu, AKP Hariyanto menjelaskan, ke empat anak punk juga dipangkas rambutnya. "Kami pangkas rambutnya. Juga kami suruh mandi. Bau banget," tambahnya.

Baca Juga: Terungkap! Tim Reformasi Polri Akui Akar Masalah Ada pada Etika Polisi

Ia mengaku, setelah membereskannya, ke empat anak punk diserahkan ke dinas sosial. Karena domain pemeliharaan anak punk di dinas sosial.

Di sisi lain, ke empat anak punk yang tertangkap hanya bisa menunduk. Mereka tidak mau menengok kanan dan kiri. Pasrah saat disuruh hormat bendera. Dan harus rela rambutnya dipangkas.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.