Selasa, 16 Jun 2026 08:36 WIB

Oknum Bonek Bersajam yang Diamankan di Kediri Kini Ditetapkan Tersangka

Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Nova Indra menunjukkan pisau yang dibawa oknum Bonek Mania. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Nova Indra menunjukkan pisau yang dibawa oknum Bonek Mania. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Oknum suporter Persebaya Surabaya, Bonek, bersenjata tajam yang diamankan di seputaran Alun-alun, Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri, kini resmi jadi tersangka.

Al Vayid Cudamadja (19) asal Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya itu terancam 10 tahun bui.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Sebelumnya, Vayid diamankan anggota Polres Kediri Kota dalam upaya pengamanan pertandingan Liga 1 2023/2024 antara tuan rumah Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya.

Laga, pada Jumat (27/10/2023) itu memang terlarang untuk suporter tim tamu. Polisi pun mulai melakukan penyisiran sehari sebelum laga.

Mereka kemudian mengamankan sejumlah suporter yang mengatasnamakan Bonek liar di sekitar Alun-alun Kota Kediri, pada Kamis (26/11/2023).

Saat penggeledahan itu, Vayid didapati membawa senjata tajam jenis pisau dengan panjang 40 sentimeter di tasnya.

Baca Juga: Match For Goodness, Cara Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bantu UMKM Lokal

"Tersangka ini berangkat ke Kediri naik truk pada Rabu malam, tiba Kamis pagi. Saat tiba di Kediri itu pelaku sedang mengamen di sekitar Alun-alun Kota Kediri. Kemudian didatangi petugas kepolisian, Sabhara dan diamankan terkait salah satu suporter yang pada hari itu memang ada pertandingan di Brawijaya," kata Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Nova Indra, Sabtu (4/11/2023).

Saat itu tersangka yang panik saat melihat hadirnya petugas sempat menyembunyikan tas berisi pisau itu di semak-semak. Beruntung petugas mengetahuinya dan langsung mengamankan tas tersebut.

"Tersangka mengakui tas berisi pisau tersebut miliknya. Langsung kita amankan pelaku ke Polres Kediri Kota," jelasnya.

Baca Juga: Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Bocah, Ngaku Dipengaruhi Makhluk Gaib

Dalam rilis bersamaan dengan pengungkapan kasus kematian siswa PSHT Komisariat UNP Kediri itu, pelaku mengaku membawa pisau tersebut hanya sebagai antisipasi pertahanan diri.

"Untuk jaga-jaga saja katanya," tandas Nova.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.