Selasa, 23 Jun 2026 09:22 WIB

Sidang Perdana Pesilat Aniaya TNI di PN Lamongan Dijaga Ketat, Massa Dipaksa Balik Kanan

Alat pengendalian massa kepolisian disiapkan mengangisipasi kedatangan ratusan massa pesilat. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Alat pengendalian massa kepolisian disiapkan mengangisipasi kedatangan ratusan massa pesilat. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sidang perdana kasus penganiayaan pesilat kepada anggota TNI di Kabupetan Lamongan dikawal ketat pihak kepolisian.

Puluhan personel dari Polantas, Sabhara, hingga Brimob diturunkan guna mengamankan jalannya proses sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

Baca Juga: GMNI Jember Kecam Pelibatan TNI dalam Koperasi Desa Merah Putih

Sidang perdana dengan agenda pembacaan identitas terdakwa ini berjalan singkat, hakim ketua Erven Langgeng Kaseh bersama dua hakim anggota Satriany Alwi dan Anastasua Irene memutuskan untuk menunda persidangan dan dilanjut pada tanggal 19 November mendatang.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro mengungkapkan puluhan personel yang disiagakan guna mengantisipasi potensi kerusuhan.

"Ya berkas perkara penganiayaan oleh MO alias Mujiharto (26) warga Kecamatan Modo sudah lengkap dan dinyatakan P21, sehingga kemudian sesuai prosedur dilimpahkan ke PN untuk selanjutnya disidangkan," ungkap Anton, (2/11/2023).

Sementara itu, Kasat Sabhara, Iptu Asik mengungkapkan bila massa pesilat disinyalir akan berkumpul dan bergerak melakukan aksi solidaritas untuk terdakwa yang masih merupakan satu perguruan dengan massa pesilat tersebut.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

"Pengawalan ketat, PN disterilkan, sudah ada ratusan massa yang bergerak tapi sudah dibubarkan. Pihak kepolisian masih siaga antisipasi kerusuhan," katanya di lokasi pengamanan persidangan.

Sebelumnya, kasus penganiayaan ini sempat memanas lantaran terdakwa menyatakan tidak melakukan penganiayaan dan menganggap Polres Lamongan melakukan salah tangkap terhadap dirinya.

Kasus ini pun sempat ramai, hingga berujung pelaporan oleh pihak terdakwa kepada Propam Mabes Polri karena kesalahan Unit Reskrim Polres Lamongan.

Baca Juga: Polres Lamongan Ultimatum Pesilat Jelang Suro

Kasus bermula, saat seorang anggota TNI di Babat Lamongan diduga dianiaya oleh segerombol pesilat pada Senin 17 Juli 2023 pukul 02.09 dini hari tepatnya di depan Koperasi Artha Mandiri, Jalan Jombang, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat. Dan pada 19 Agustus 2023 terdakwa diduga bersalah dan ditangkap pihak kepolisian.

Pada sidang perdana ini, polisi juga melakukan pengamanan dan penyekatan terhadap massa pesilat yang akan melakukan aksi di PN Lamongan mulai kecamatan hingga kawasan Kota Lamongan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.