Rabu, 17 Jun 2026 20:43 WIB

Fenomena Sayat Lengan Merebak di Ponorogo Dipicu Artis Korea Bunuh Diri, Miris!

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Fenomena sayat lengan merebak di Ponorogo. Sedikitnya sudah ada 5 korban rata-rata dalam sebulan yang melukai dirinya sendiri.

Mereka datang ke Psikolog Klinis Karina Rizki Rahmawati, baik di praktik mandiri maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo.

Baca Juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

"Kalau banyak tidak. Mungkin kalau dirata-rata sebulan ada 5 pasien datang ke sini (Poli Klinik Psikolog RSUD dr Harjono) atau ke praktik mandiri,” ujar Karina Rizki Rahmawati, Rabu (1/11/2023).

Dia menerangkan sebagian besar pasien yang datang sudah dalam kondisi parah. Dengan lengan penuh luka sayatan yang mereka buat sendiri. Baik itu lengan kanan maupun lengan kiri.

"Kadang itu dilakukan berulang. Penuh lengan kanan kiri muncul keloid diulangi lagi,” kata Karina.

Menurut Karina, sebagian besar kasus ini terkait dengan permasalahan seperti bullying, baik secara verbal maupun fisik. Beberapa kasus juga terkait dengan masalah percintaan, seperti putus cinta.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Ya sakit karena bully itu bahaya. Akhirnya menyakiti diri sendiri. Lalu ada juga karena asmara juga,” terang Karina.

Karina mencatat bahwa banyak kasus ini melibatkan perempuan. Selain itu, beberapa pasien datang karena merasa kecewa ketika idola mereka, artis Korea bunuh diri.

"Ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian orang tua terhadap anak-anak mereka, tidak hanya dalam hal materi, tetapi juga perhatian emosional dan mental,” tegasnya.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Ponorogo memiliki banyak orang tua yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW), dan anak-anak mereka sering tinggal bersama nenek mereka.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan perhatian terhadap anak-anak mereka, terutama dalam mengatasi masalah emosional dan mental.

“Jangan hanya dipenuhi materinya. Tetapi juga diajak komunikasi. Anak-anak sekarang sangat pintar secara intelejensinya. Tetapi emosinya belum tertata,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.