Rabu, 17 Jun 2026 04:24 WIB

Belasan Kios di Sampang Jual Pupuk Bersubsidi Melebihi HET, Petani Menjerit

Ilustrasi. Pupuk bersubsidi di Sampang dijual di atas HET. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Ilustrasi. Pupuk bersubsidi di Sampang dijual di atas HET. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Tambelangan, Sampang diduga menjual pupuk bersubsidi dengan harga tinggi. Hal itu dinilai merugikan para petani yang membutuhkan pupuk tersebut.

Salah satu ketua kelompok tani, Jasmari mengaku pihaknya terpaksa membeli pupuk dengan harga jual di atas harga eceran tertinggi (HET). Sebab, di lingkungannya tak ada yang menjual pupuk sesuaui harga HET.

Baca Juga: Pemkot Kediri Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Sesuai HET

"Gak ada lagi, jadi mau tidak mau kita tetap beli dengan harga tersebut. Cukup mahal, tapi bagaimana lagi kalau tidak kita beli kita tidak bisa mendapatkan pupuk untuk bertani," tutur Jasmari, Selasa (31/10/2023).

Diketahui terdapat 12 kios di Kecamatan Tambelangan, Sampang yang diduga menjual pupuk bersubsidi dengan harga di atas HET. Misalnya, pupuk Urea dari PT Petrokimia Gresik bisa dijual dengan HET Rp112.500 di kios menjadi Rp125 ribu hingga Rp135 ribu.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

Hal itu juga diakui oleh salah satu pemilik kios berinisial H. Ia mengatakan, kenaikan harga tersebut sudah sesuai dengan adanya biaya tambahan yang dikeluarkan. Sehingga harga jual semakin tinggi.

Meski begitu, ia tak merinci biaya apa saja yang dibutuhkan oleh pihaknya sebagai agen penyalur pupuk.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi Bagi Pembudidaya Ikan di Gresik Tersedia Lagi Tahun Ini

"Ya harga tentu saja dinaikkan karena kan ada biaya lain-lain. Di kios saya untuk Urea dan Ponskha Rp130 ribu," imbuhnya.

Sementara itu, sesuai dengan Permentan No.49 Tahun 2020 tentang HET pupuk bersubsidi telah ditetapkan sebagai berikut, Urea Rp112.500 per karung, ZA Rp85.000 per karung, SP-36 Rp120.000 per karung, Ponskha Rp115.000 per karung serta Petroganik seharga Rp 32.000 per karung.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.