Selasa, 16 Jun 2026 18:57 WIB

Begini Cara Pemuda Sidoarjo Gugah Daya Kreasi Warga Sekitar Pasar Loak

Luky bersama tim lokakarya Permak Pernak Pernik Panggung.(Ageng Lucky Prasetyo Aji for jatimnow.com).
Luky bersama tim lokakarya Permak Pernak Pernik Panggung.(Ageng Lucky Prasetyo Aji for jatimnow.com).

jatimnow.com - Berkesenian tidak hanya bisa dilakukan dengan menampilkan sebuah karya bernilai seni tinggi. Namun menggugah kesadaran masyarakat untuk menciptakan beragam benda bernilai dan bermanfaat pun merupakan bentuk berkesenian.

Upaya menggugah kesadaran masyarakat untuk berkreasi ini dilakukan seorang pemuda, Ageng Luky Prasetyo Aji, di tengah masyarakat Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Luky menjelaskan, dirinya menggelar lokakarya untuk menggugah kesadaran masyarakat Waru yang tinggal di sekitar pasar loak.

"Lokasi pasar loak seringkali dianggap sebagai kumuh dan kotor, padahal di balik itu menyimpan manfaat yang luar biasa. Nah, saya mengajak masyarakat sekitar lokasi tersebut untuk mengubah sudut pandang terhadap pasar loak ini," tuturnya.

Lebih jauh Luky menjelaskan, agenda berkesenian dalam Pekan Seni Kebudayaan 2023 Kemendikbudristek, dilakukan dengan menggelar beragam lokakarya bersama hingga akhir Oktober ini. Dengan judul kegiatan Permak Pernak Pernik Panggung dipresentasikan di Kongsi 8 Jatinegara, Jakarta Timur pada Jum'at malam (27/10/2023).

"Sesungguhnya barang-barang bekas di pasar loak atau di sekitar kita punya manfaat yang luar biasa jika kita kreatif dan kritis dalam merangkainya," lanjut Luky, Sabtu (28/10/2023) melalui telepon selular.

Luky mengajak warga Waru untuk berkreasi membuat dekorasi panggung, dengan cara memodifikasi barang-barang bekas dari pasar loak. Salah satu contohnya adalah dengan merangkai pernak pernik lampu dari barang bekas untuk dekorasi panggung agar dapat membantu para performer menampilkan diri dengan maksimal.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Salah satu penunjang pernak pernik panggung adalah di bagian lighting atau cahaya lampu. Lebih unik dan berseni ketika kita dapat menciptakan lampu panggung dengan barang bekas ataupun bahan yang dapat dimanfaatkan kembali serta ditunjang dengan bahan lain seperti dimmer, LED, saklar, dan kabel, " ungkapnya.

Luky memaparkan cara mengaplikasikan barang bekas untuk menjadi pernak-pernik lampu penunjang tampilan dekorasi panggung adalah dimulai dengan menentukan konsep.

"Sebelum merangkai, konsep atau bentuk lampu yang akan dibuat dengan barang bekas harus ditentukan dulu, supaya paham alur dalam merangkai instalansinya, terlebih kalau di mix dengan komponen elektronika, setelah konsep didapat, baru dirangkai satu persatu," terang Alumni Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang ini.

Barang-barang bekas yang digunakan berasal dari wadah atau barang yang tak terpakai, misal peralatan dapur, mainan juga kemasan tak terpakai, ataupun wadah lainnya.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Berbeda dari komponen biasanya yang hanya sekedar dirangkai, pada kegiatan Permak Pernak Pernik Panggung ini menggunakan modul dimmer sebagai pengatur cahaya lampu.

"Pakai modul dimmer, kebanyakan orang pakai dimmer untuk komponen elektronika yang berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya arus listrik, disini dimmer kita gunakan untuk pengatur cahaya lampu," terangnya.

Luky menegaskan esensi dari kegiatan ini adalah sebagai bagian pemahaman atas penyadaran bahwa segala sesuatu di sekitar kita akan selalu mempunyai nilai manfaat lebih jika kita kreatif dan kritis dalam merangkainya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.