Minggu, 21 Jun 2026 03:05 WIB

Wapres Canangkan Beres Kejar Target Penurunan Stunting, Ini 5 Langkah Strategisnya

  • Penulis :
  • | Jumat, 27 Okt 2023 10:25 WIB
Pencanangan Gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres). (Foto: Kominfi RI)
Pencanangan Gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres). (Foto: Kominfi RI)

jatimnow.com - Pemerintah terus mengejar target penurunan prevalensi stunting ke angka 14 persen di tahun 2024. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penajaman, perbaikan cakupan dan kualitas intervensi spesifik dan sensitif, hingga perbaikan sistem pendataan dan pelaporan.

Pemerintah juga memastikan keterlibatan aktif berbagai lembaga non-pemerintah, seperti dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga filantropi, mitra pembangunan, dan lembaga swadaya masyarakat.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres) yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kelompok Kompas-Gramedia patut diapresiasi.

“Saya memberikan apresiasi kepada Kadin dan Kelompok Kompas-Gramedia atas komitmennya untuk terlibat aktif dalam percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Beres,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, dikutip lama resmi Kominfo RI.

Wapres menyampaikan sambutannya ini saat mencanangkan inisiatif gotong royong untuk pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem, di Studio 1 Kompas TV, Menara Kompas, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2023).

Lebih jauh, ia memaparkan lima langkah strategis untuk keberlanjutan gerakan dimaksud. Pertama, program ini mesti melengkapi apa yang sedang dijalankan pemerintah.

“Koordinasikan secara intensif dengan kementerian/lembaga teknis dan pemerintah daerah untuk menghindari tumpang-tindih antarprogram,” ajak Wapres.

Kedua, tambahnya, program harus dilaksanakan di lokasi prioritas yang tinggi prevalensi stunting atau jumlah anak stunting, agar dapat membantu menurunkan prevalensi secara signifikan dan tepat sasaran.

“Ketiga, program berbentuk aksi nyata yang menyasar langsung pada kelompok sasaran prioritas, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh kelompok tersebut,” pinta Wapres.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Keempat, ia meminta, penerima manfaat dan pelaku di tingkat masyarakat agar ditempatkan sebagai pelaku utama pelaksanaan program.

“Libatkan mereka dalam setiap tahapan pelaksanaan, sehingga muncul rasa memiliki dan kebanggaan dari masyarakat,” ucap Wapres.

Kelima, lanjutnya, strategi keberlanjutan mesti disusun sejak awal pelaksanaan program sehingga masyarakat bersama pemerintah daerah dapat melanjutkan inisiatif yang baik ini.

Melalui strategi ini, Wapres berharap, semua program dan kerja sama yang terjalin akan terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

“Mari terus lanjutkan sinergi untuk menurunkan prevalensi, menciptakan generasi emas 2045, dan wujudkan Indonesia bebas stunting,” tutupnya.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Senada dengan Wapres, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan, diperlukan gerakan bersama dari segenap komponen bangsa untuk mengatasi permasalahan kesehatan dan juga mencegah terjadinya stunting dalam kerangka menyongsong bonus demografi 2030.

“Masalah kesehatan sebesar stunting ini di seluruh Indonesia nggak mungkin bisa diselesaikan dengan pendekatan program pemerintah. Ini harus membangun gerakan yang dimiliki oleh seluruh komponen bangsa,” ujar Budi.

Sebelumnya, Plh. Ketua Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan komitmen organisasi Kadin dalam mendukung kerja prioritas pemerintah. Salah satunya, pencegahan dan penanganan stunting demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.