Jumat, 19 Jun 2026 03:35 WIB

Dihantui 9 Ancaman Bencana, BPBD Lamongan Susun Regulasi Penanganan Pasca Bencana

Kegaiatan pentusunan regulasi penanganan pasca bencana oleh BPBD Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kegaiatan pentusunan regulasi penanganan pasca bencana oleh BPBD Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyusun regulasi terkait penanganan pasca bencana. Hal itu seiring banyaknya ancaman bencana yang ada di Lamongan.

Kepala BPBD Lamongan, Jojo Raharto mengungkapkan dari data yang dihimpunnya Lamongan memiliki setidaknya 9 ancaman bencana. Bencana tersebut, katanya, menyebar di sejumlah kawasan dan memiliki tantangan masing-masing.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

9 ancaman bencana tersebut meliputi, banjir, banjir bandang, banjir rob, cuaca ekstrim, gempa bumi, kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan lahan, epidemi wabah penyakit.

"Hari ini kita berdiskusi guna menyatukan visi perihal penanganan pasca bencana. Kegiatan ini rutin digelar 2 tahun sekali guna mengetahui secara rinci pola strategi antisipasi dan penanggulangan," kata Joko, Selasa (24/10/2023).

Joko berharap dengan adanya kegiatan ini seluruh stakeholder, khususnya masyarakat bisa bahu membahu menjadi bagian penting dalam partisipasi maupun antisipasi penanggulangan bencana.

"Bencana itu kan tidak menjadi tanggung jawab satu pihak saja, tapi kita mengembangkan bagaimana peran pentahelix memiliki kontribusi positif," lanjutnya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Dalam kegiatan ini, dihadirkan berbagai elemen masyarakat juga relawan serta stakeholder pada lingkup kecamatan. Para peserta diskusi diminta memberikan informasi terkait kondisi di wilayah masing-masing.

"Tujuannya agar nanti regulasi yang ditetapkan bisa sesuai dengan kondisi lapangan serta penyelesaian dan penanganan bila terjadi bencana di wilayah masing-masing," bebernya.

Garis besarnya, urai Joko, BPBD berupaya melakukan pendekatan kepada masyarakat guna memantik sikap proaktif dan mengubah sudut pandangnya soal kebencanaan.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandeng Kejati Jatim, Amankan HGU dari Alih Fungsi

"Menurut data 96 persen ketika bencana yang paling berperan besar dalam penanganan adalah masyarakat, jadi perlahan pola pikir masyarakat harus diubah. Kalau dulu baru bergerak saat terjadi bencana dan fokus pada penyelamatan korban dan aset. Saat ini harusnya, menitikberatkan pada upaya investasi untuk pengurangan resiko bencana serta memiliki visi ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana," urainya.

Penyusunan regulasi ini digelar selama 2 hari dengan menghadirkan pemateri yang berkompenten di bidangnya, yakni dari forum relawan tingkat Jawa Timur.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.