Minggu, 21 Jun 2026 01:38 WIB

Pesan Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo: Memilih Pemimpin Cari Tahu Rekam Jejaknya

Perayaan Hari Santri di Ponpes Manba'ul Hikam. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)
Perayaan Hari Santri di Ponpes Manba'ul Hikam. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)

jatimnow.com - Peringati Hari Santri Nasional (HSN) Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo gelar gowes sepeda tua. diikuti ratusan santri dan alumni serta komunitas sepeda onthel tua Sidoarjo.

Dalam kesempatan itu, Gus Bahron Nafi' (43), pengasuh Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo menyampaikan pesannya dalam rangka menyongsong musim politik tahun 2024.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Sebelum menentukan pilihan calon pemimpin di tahun politik 2024 mendatang, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu selektif dan mencari tahu rekam jejak calon pemimpin tersebut, " ungkapnya.

Ia menambahkan untuk tidak terburu dalam mengambil keputusam sebagai hak dalam memilih, sebaliknya perlu adanya pemahamam dan pengenalan terhadap calon pemimpin yang telah ditetapkan nantinya.

"Jangan kesusu grusah-grusuh atau ikut-ikutan yang lainnya. Silahkan memilih sesuai hati nuraninya, yang jelas kita harus tetap mempelajari dan mencari tahu track record calon pemimpin tersebut, harus selektif intinya," ucapnya.

Dikatakan Gus Bahron, siapapun yang terpilih menjadi pemimpin pada kontestasi demokrasi 2024 mendatang, ia berharap mereka adalah pasangan yang amanah dan peduli dengan rakyatnya.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Yang jelas tahun 2024, siapapun yang menjadi pemimpin kita adalah pemimpin yang amanah, yang ngopeni (menghidupi) sama umat, ngopeni sama rakyatnya," tambahnya.

Gus Bahron juga menyampaikan pesan kepada pemimpin yang nantinya terpilih, agar senantiasa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam memimpin suatu kaum mengingat semua calon pemimpin seorang muslim.

"Saya lihat semua calon pemimpin adalah muslim, paling tidak contohlah spirit Kanjeng Nabi Muhammad SAW, bagaimana akhlak beliau memimpin negara, bagaimana beliau menjadi seorang guru, menjadi panglima perang," terangnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Gus Bahron melanjutkan, hal tersebut sesuai dengan perintah Rasulullah yang artinya pemimpin suatu kaum itu tugasnya adalah melayani kaum tersebut, bukan malah dilayani.

"Maka, tolong ditanamkan bahwa pemimpin itu pelayan masyarakat bukan malah dilayani," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.