Minggu, 21 Jun 2026 05:37 WIB

Damkar Ponorogo Sudarsono: Padamkan Api di SPBU hingga Ibu-ibu yang Tak Paham Tanda Bahaya

Sudarsono, petugas Damkar Pemkab Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Sudarsono, petugas Damkar Pemkab Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Sudarsono, salah satu petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahu betul profesinya sangat beresiko.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Terlebih pria berusia 44 tahun ini merupakan sopir mobil Damkar. Sekali-kali juga membantu memadamkan si jago merah di Bumi Reog, bahkan di luar Kabupaten Ponorogo.

“Kalau ditanya pengalaman banyak, mas,” ujar Sudarsono berkelakar ketika membuka percakapan dengan jatimnow.com, Selasa (17/10/2023).

Dia mengaku, tugas awalnya adalah di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hingga 5 tahun lalu dipindah ke Damkar. Sebagai pegawai honorer, Sudarsono pun menerimanya.

Pengalaman tidak pernah terlupakan adalah ketika memadamkan api kebakaran SPBU Sinduro. Lantaran untuk memadamkan api memerlukan waktu berjam-jam.

“Saya sebagai sopir atau driver harus bolak-balik isi air saat itu. Api sulit dipadamkan berawal dari terbakarnya mobil isi angkutan BBM merembet ke SPBU," katanya.

Pengalaman kedua adalah saat BKO ke Kabupaten Wonogiri beberapa waktu lalu. Saat kebakaran menerjang Pasar Slogohimo.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

“Itu di jalan ya Allah mas, ada ibu-ibu ndak mau mengalah. Pas di depan mobil Damkar itu belok ke kanan. Mau nabrak,” bebernya.

Pengalaman-pengalaman seperti itu, kata dia, sangat banyak. Dia mengaku pengendara kadang tidak sadar jika mobil damkar lewat menggunakan sirine berarti ada tanda bahaya.

“Mereka (pengendara) tidak paham tanda sirine. Sering saya begitu. Padahal harus cepat sampai lokasi,” terang warga Kelurahan Keniten Ponorogo ini.

Pengalaman lain, kata dia, sepeti mengakami luka-luka sedikit banyak dialami oleh petugas Damkar. Seperti terkena paku, kejatuhan balik kayu jingga genteng.

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

“Tapi namanya kerja ya gini kali ya,” urainya.

Sudarsono berharap, pengabdian teman-teman Damkar dihargai. Saat ini sedikitnya 17 petugas Damkar Pemkab Ponorogo berjuang untuk mendaftar PPPK.

“Doakan saja diterima. Lowongannya memang cuma 5. Tapi setidaknya dari kami ada yang PPPK nantinya,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.