Kamis, 18 Jun 2026 03:56 WIB

Peringati Hari Jadi ke-22, Pemkot Batu Fokus Selesaikan Masalah Ini

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai usai mengikuti rapat Paripurna Hari Jadi ke-22 Kota Batu. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com)
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai usai mengikuti rapat Paripurna Hari Jadi ke-22 Kota Batu. (Foto: Achmad Titan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pada 17 Oktober 2023 Kota Batu memasuki usia 22 tahun. Pemkot Batu pun berharap peringatan tersebut bisa menjadi momentum untuk menyelesaikan masalah yang tengah terjadi.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan beberapa fokus masalah itu antara lain pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengangguran terbuka, dan masalah sampah.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

"Secara konkret fokus kita memang beberapa hal itu, mulai stunting hingga penangganan sampah," katanya, setelah mengikuti Rapat Paripurna HUT ke-22 Kota Batu di Gedung DPRD Kota Batu, Senin (16/10/2023).

Kepala Dinas Pendidikan Jatim ini mencontohkan seperti penyelesaian dalam masalah stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis oleh kemenkes, pada tahun 2022 angka stunting di Kota Batu tercatat 25,2 persen.

"Angka stunting Kota Batu pada tahun 2022 tercatat 14,4 persen,dari angka Bulan Timbang ini pada tahun 2023 angka stunting ditargetkan turun menjadi 10,8 persen," imbuhnya.

Dalam pengentasan kemiskinan dari angka 3,79 persen berdasarkan data BPS setelah dikroscek dengan Data P3KE terdapat 2.115 KK penduduk dengan kategori miskin
ekstrem.

Kemudian dilakukan verifikasi secara berjenjang dari tingkat desa terhadap data kemiskinan ekstrem P3KE tersebut tinggal 229 KK penduduk berkategori miskin ekstrem dan 447 KK penduduk berkategori miskin.

"Nah pada tahun 2023 ini dari angka kemiskinan 3,79 persen, kita berupaya
turunkan menjadi 3,65 persen atau berkurang 1,4 persen. Dengan jumlah KK Penduduk Miskin Ektrem menjadi zero atau tidak ada," harapnya.

Selanjutnya dari angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 8,43 persen, telah dipetakan sebarannya tiap desa/kelurahan untuk diperoleh data riil by name by addres, diperoleh data bahwa dari angka TPT tersebut sebanyak 2.433 jiwa adalah penduduk Kota Batu.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Rinciannya sebaran Kecamatan Bumiaji paling rendah dengan 286 jiwa, Kecamatan Batu 1.084 jiwa, dan Kecamatan Junrejo sejumlah 1.063 jiwa, jumlah sisanya adalah pencari kerja yang datang dari luar daerah Kota Batu.

"Angka TPT ini terus berusaha kita tekan agar mengalami penurunan yang signifikan melalui berbagai program kegiatan produktif yang mampu menyerap tenaga kerja," ujarnya.

Problem permasalahan selanjutnya adalah terkait revitalisasi infrastruktur dan penanganan persampahan kota. Secara intensif bakal selesaikan melalui penataan dan modernisasi manajemen pengelolaan sampah terpadu antara TPA Kota Batu yang berada di Tlekung, yang harus didukung dengan pembangunan pusat pengelolaaan sampah sejak dini melalui satu desa/kelurahan satu TPS3R.

"Termasuk dalam hal ini upaya secara terus menerus berkelanjutan membangun kesadaran bersama untuk pilah sampah sejak dari sumbernya baik dari rumah tangga, unit usaha maupun perkantoran," katanya.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Beberapa persoalan lainnya adalah peningkatan pelayanan infrastruktur yang mendukung dinamika aktivitas kehidupan masyarakat baik sosial, ekonomi, budaya, dan politik dalam upaya pencapaian kemajuan wilayah.

"Termasuk dalam hal ini yang tidak kalah penting adalah kesiapan kita semua dalam mempersiapkan gelaran Pemilu dan pilkada serentak yang diagendakan dilaksanakan pada tahun 2024 nanti," tuturnya.

Agar semua permasalahan tersebut tertangani dengan baik, Pemkot Batu siap bersinergi dengan seluruh jajaran pemangku kepentingan pembangunan. Pemkot Batu terus mendorong penguatan daya inisiatif, daya kolaborasi dan inovasi menjadi karakter yang harus terus diperkuat di tengah zaman yang terus bergerak melalui strategi dan program pembangunan daerah 'KWB Pasti Bisa'.

"Saya terus mendorong kerja-kerja birokrasi segenap jajaran Pemerintah Kota Batu, dilakukan dengan pendekatan yang inovatif, tematis, kreatif, dan diorientasikan pada hasil yang dapat dirasakan langsung manfaat dan kehadirannya oleh masyarakat, tidak semata berorientasi pada prosedur, proses, dan rutinitas yang monoton," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.