Minggu, 21 Jun 2026 04:22 WIB

Warga Dusun Sukun Ponorogo Jalan Kaki Susuri Hutan demi Air Keruh

Warga Dusun Sukun Ponorogo berjalan kaki susuri hutan untuk mendapat air. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Warga Dusun Sukun Ponorogo berjalan kaki susuri hutan untuk mendapat air. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kemarau adalah waktu terberat bagi warga Dusun Sukun, Desa Sidoarjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Terlebih di tahun 2023 ini.

Bagaimana tidak, setiap hari mereka harus berjalan kaki untuk mendapatkan air. Bahkan kadang rela tidak mandi karena air yang didapatkan sangat minim sekali.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Mereka harus menyusuri hutan dan perbukitan guna mendapatkan air. Meski kondisi air yang jauh dari kata layak, namun tidak ada pilihan. Air keruh resapan tersebut digunakan untuk kebutuhan minum hingga memasak.

"Makan minum begini airnya. Dari pada ndak ada, ya walaupun keruh tetap digunakan tidak ada pilihan lain," kisah Sumarni, Kamis (12/10/2023),

Dia mengaku krisis air bersih adalah masalah tahunan. Di 2023 ini, dia mulai kekeringan atau krisis air bersih sudah 4 bukan.

Sehingga kini mereka harus mencari air dengan berjalan kaki di sumber air yang sudah mulai mengering.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Sebenarnya ada yang menjual air isi ulang, namun harganya cukup mahal, dan cuma mendapat sedikit,” terangnya.

Dia mengaku, dirinya dan warga lain datang ke sumur serapan hingga 4 kali sehari. Walaupun jalan terjal harus dilalui.

“Kadang juga harus mengantri bahkan tidak kebagian air karena banyaknya warga yang mengambil,” imbuhnya.

Baca Juga: Pakar Ungkap Bahaya El Nino Godzilla 2026 dan Langkah Mitigasinya

Krisis air bersih seperti ini sudah terjadi setiap tahunnya. Sementara droping air bersih masih dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga cuma berharap ada solusi untuk mengatasi krisis air ini setiap musim kemarau seperti sekarang ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.