Selasa, 16 Jun 2026 18:52 WIB

Pasutri di Lamongan Sukses Usaha Hidroponik Sayur Mayur, Simak Kiat-kiatnya!

Helmi Adinata petani hidroponik asal Lamongan saat menunjukan salah satu jenis sayur, bayam merah hasil budidaya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Helmi Adinata petani hidroponik asal Lamongan saat menunjukan salah satu jenis sayur, bayam merah hasil budidaya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tanaman hidroponik bisa jadi alternatif usaha di tengah kemarau panjang seperti saat ini. Ongkos produksi dan lahan minim bisa menjadi pilihan untuk memulai usaha.

Seperti yang dilakukan Helmi Adinata, salah satu petani hidroponik di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ia berhasil membudidayakan berbagai jenis sayuran di lahan sekitar 2000 meter persegi. Tak hanya itu, Helmi juga berhasil memberdayakan petani Hidroponik lainnya dengan cara kemitraan.

Dirintis pada 2017 silam dengan unit usaha bernama Hidroponik Farm Lamongan, Helmi bersama sang istri kini menuai hasil manis dari tanaman hidroponik.

Diceritakan Helmi, dulu waktu merintis ia hanya seorang diri memulai dengan beberapa pipa untuk medium tanam. Sementara sang istri membantu promosi dan pemasaran.

"Kurang lebih 5 tahun yang lalu memulai bisnis, syukur saat ini ada 1 kebun edukasi, dan 4 kebun produksi lengkap dengan tempat pembibitan," ungkap Helmi, Kamis (12/10/2023).

Hingga saat ini ia berhasil mempekerjakan 5 orang beserta memberdayakan 4 mitra petani hidroponik. Untuk kemitraan ia memakai sistem bagi hasil yang mana para petani menyuplai tanaman sedangkan dirinya bertugas mencari pasar dan konsumen.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kalau mitra itu sistemnya kami yang bantu menjual dan mencari konsumen. Kalau untuk pasarnya, selain Lamongan, juga Surabaya untuk kebutuhan supermarket," paparnya

Selain itu, ia juga menyediakan 1 kebun edukasi dimana kebun tersebut diperuntukan bagi pembelajaran outdor bagi anak-anak, atau kepentingan penelitian.

"Intinya konsisten saja, kalau mau sayur ya hidroponik sayur saja jangan campur buah-buahan, selain perawatannya beda juga kebutuhan pasar lebih besar ke sayur mayur," kata dia.

Meski begitu, usaha ini bukan tanpa tantangan. Yang perlu diperhatikan, yakni soal cuaca biasanya saat musik kemarau tanaman banyak yang mati serta perlu perawatan lebih intensif.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Kalau kemarau begini, per minggu bisa 5 persen gagal tanam. Jadi untuk mengatasinya harus jeli kontrol produksi," bebernya.

Untuk yang ingin memulai usaha, kata Helmi, yang perlu dicermati, selain cuaca, yakni konsumsi daya listrik karena hidroponik sangat bergantung pada sirkulasi air.

"Jadi harus pintar mengontrol air, dan biaya paling banyak listrik karena harus terus menyala apalagi untuk yang pembibitan," urainya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.