Kamis, 18 Jun 2026 21:30 WIB

Omzet Pedagang Tanaman Hias Lamongan Turun, Terdampak Cuaca Panas

Salah satu penjual tanaman di Jalan Sumargo, Lamongan kota saat menunjukan salah satu tanaman yang kering akibat cuaca. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu penjual tanaman di Jalan Sumargo, Lamongan kota saat menunjukan salah satu tanaman yang kering akibat cuaca. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Para pedagang tanaman hias di Lamongan meresahkan cuaca panas beberapa bulan terakhir. Selain omzet turun, mereka juga harus menambah ongkos perawatan.

Diakui penjual tanaman hias pada kios Sekar Cendana yang berada di Jalan Sumargo, Lamongan, Rizki Darmawan, cuaca seperti saat ini cukup membuat usahanya terseok-seok. Daya beli masyarakat akan tanaman hias selama musim kemarau ini menurun jauh.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Selama kemarau ini sepi peminat. Mereka takut tidak bisa merawat tanaman atau bunga yang dibelinya," ungkap Rizki, senada dengan belasan stan tanaman hias di Jalan Sumargo, Rabu (11/10/2023).

Di sisi lain, lantara sepinya minat masyarakat para penjual harus bekerja ekstra dengan perawatan yang lebih intensif mengantisipasi matinya tanaman.

Salah satunya dengan memindahkan tanaman ke media tanam polybag dan memberi pupuk tambahan untuk nutrisi tanaman.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sayangnya hal ini tidak ia lakukan karena upaya tersebut membuat ongkos perawatan menjadi lebih mahal. Kondisi ini bisa membuat ongkos dengan harga jual tanamannya jadi tidak sesuai.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, Rizki memutuskan lebih baik membuang tanaman yang sekarat dari pada mempertahankannya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Harganya murah kalau dirawat. Pilihannya ya lebih baik dimusnahkan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.