Kamis, 18 Jun 2026 11:32 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Awal Meninggalnya Anggota PSHT di Kediri

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 08 Okt 2023 08:51 WIB
Wakapolres Kediri Kompol Dodi Pratama saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Wakapolres Kediri Kompol Dodi Pratama saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polisi mengungkap kronologi awal peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan siswa PSHT Komisariat UNP Kediri, berinisial AWP meninggal dunia.

Sebelumnya, diketahui peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Rabu (4/10/2023) dini hari. Sempat koma selama dua hari di rumah sakit, korban kemudian meninggal dunia, Sabtu (7/10/2023).

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa berdarah ini, menurut Wakapolres Kediri Kompol Dodi Pratama, berawal saat korban bersama sejumlah saksi berkunjung di sekitaran Jembatan Brawijaya. Mereka kemudian bertemu dengan sekelompok orang tak dikenal di sana. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

“Sekitar pukul 01.30 WIB, saksi bersama korban berkunjung di dekat Jembatan Brawijaya, pada saat berkunjung itu terjadilah seperti insiden dengan pemuda lain. Mulai dari tatap-tatapan mata, yang kemudian ada komunikasi verbal hingga akhirnya menimbulkan penganiayaan,” jelas Kompol Dodi Pratama, Minggu (8/10/2023).

Lebih lanjut, dugaan sementara dari kesaksian 6 orang ini, ada 4 pelaku yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus ini. Pihaknya juga sudah mengambil semua CCTV di Kota Kediri pada malam sebelum dan sesudah kejadian untuk dianalisa.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

Sementara itu dari hasil visum dokter, Kompol Dodi Pratama mengatakan korban mengalami luka di kepala. Sempat koma selama dua hari, korban AWP akhirnya meninggal dunia pada Sabtu pagi.

“Dari hasil visum yang kita dapatkan dari dokter, ada luka di kepala sehingga menyebabkan yang bersangkutan koma selama dua hari dan akhirnya tadi pagi menghebuskan nafas terakhirnya,” tambahnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kompol Dodi Pratama meminta semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini ke pihak kepolisian. Pihaknya sudah membentuk tim khusus dengan dibackup oleh Jatanras Polda Jatim.

“Berdasarkan pengembangan situasi yang terjadi akibat kejadian pada saat tanggal 4 itu ada mobilisasi masa dari beberapa lokasi, saya imbau untuk tidak ikut dalam mobilisasi, percayakan segala bentuk pengungkapan ini kepada Polres Kediri Kota yang saat ini sudah dibackup oleh Polda Jatim,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.